Okezone Senin, 22 Juni 2009 - JAKARTA - Seorang gadis kelas dua SMPN diperkosa oknum guru agama di lokasi pemancingan, Ancol, Jakarta Utara. Akibat perbuatannya itu, Melati (14) bukan nama sebenarnya, hamil 1,5 bulan. Namun hingga kini, Polda Metro Jaya belum melakukan penahanan terhadap guru bejat tersebut.
Kasat Remaja Anak dan Wanita (Renakta) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, AKBP Agustinus Pangaribuan, membenarkan adanya peristiwa pemerkosaan yang menimpa Melati oleh gurunya. "Korban tengah hamil satu bulan setengah," ungkapnya kepada okezone, Senin (22/6/2009).
Dia menjelaskan, jajarannya sudah menangkap dan meminta keterangan kepada guru itu, namun tidak dilakukan penahanan. "Pelaku sudah kami tangkap, tapi tidak ditahan karena belum ada saksi," imbuh Agustinus.
Jika terbukti ada unsur pemerkosaan, sambung dia, pelaku dijerat Pasal 285 KUHP. Menurutnya, kondisi kejiwaan Melati saat ini tergungjang karena harus menanggung aib dan terancam dikeluarkan dari sekolah.
Agustinus menceritakan, awal pemerkosaan tersebut terjadi saat korban diajak jalan-jalan ke tempat pemancingan di kawasan Ancol beberapa bulan yang lalu. Korban diduga disuguhi minuman yang dicampur dengan obat penenang sehingga pingsan. Melihat korbannya tak berdaya pelaku lalu mengagahi korban.
(ram)
10 komentar
--------------------------------------------------------------------------------
1. usman suherman | 25.08.2009 23:52
kok teroris yg satu ini dibiarkan benas ya ! padahal senjata yg dia miliki angat berbahaya bagi teme2 korban lainya, bgm nih detasemen khusus pencabulan kok santai ?
2. oncom | 20.08.2009 14:11
hajar saja biar tahu rasa kalo perlu dipenjara alat vitalnya dikasih obat keras gak usah sikasih makan...biar kapok
3. aspri | 18.08.2009 08:13
pak polisi kow lambatkali menabgani kasus ini.kow sampai hamil 1.5 bulan
4. critical | 14.07.2009 22:52
pemerkosa hukumnya harus dikebiri
biar kapok orang2 yg mw merkosa
mikir dulu dah, kl perkosa lsg kebiri...
setuju???
5. andre | 24.06.2009 15:07
wah.. bener bener hebat tu guru, bisa-bisanya memalukan agama dan mencemari nama guru. itu mah bukan guru agama, tapi guru cabul, bahaya atu kalo tumbuh bibit2 lagi. bisa terancam kehidupan pelajar indonesia ne.
6. rendra | 23.06.2009 11:10
HAJAR BLEH,,,!
7. amanda | 22.06.2009 16:54
jangan hanya menyalahkan gurunya, siapa tau itu suka sama suka
8. Solihin | 22.06.2009 16:53
Jangan banyay alasan segera tangkap guru cabul, kalau tidak akan banyak lagi siswi yang menjadi korbannya
9. Tedy | 22.06.2009 13:45
menjadi guru adalah sebuah pekerjaan mulia. walaupun gaji yang minim semangat guru dalam mengajar anak didiknya menjadi lebih semangat lagi. Buat guru yang diatas telah mencoreng semua korps guru di Indonesia. SEGERA TANGKAP DAN ADILI GURU CABUL TERSEBUT.
10. donadoni | 22.06.2009 13:36
segera tuntaskan kasus ini, jangan biarkan anak yang masih dibawah umur merasakan penderitaan. Buat pak guru segeralah bertobat nasuha, dan menyerahkan diri ke kepolisian untuk mempertanggung jawabkan perbuatan anda
Manohara Odelia Pinot
She was born 'Manohara Odelia Mann' in Jakarta, Indonesia on 28 February 1992. She is a Indonesian model. She is holds dual Indonesian and American citizenship[2] and is of mixed Caucasian and Indonesian Bugis ancestry. She married Malaysian Kelantan prince Tengku Muhammad Fakhry on 26 August 2008.(source wikipedia.com)
Kategori
Minggu, 30 Agustus 2009
Tergoda Rok Tersingkap, Bapak Memperkosa Anak Tiri (Tidurnya Sekasur Bertiga sama Pelaku, Korban dan Ibu Korban)
Senin, 10 Agustus 2009 - 23:21 wib TEXT SIZE : BLITAR - Bejat. Kata itulah yang pastas disematkan Sukandi (46), warga Dusun Gentor RT 05 RW 04 Desa Candirejo Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Puput (nama samara), anak tirinya yang masih berusia 16 tahun dipaksa melayani nafsunya.
Akibat perbuatan terlarang itu, Puput kini mengandung 2 bulan. Melihat hal itu, Ny Sunarti (47) ibu Puput, Senin (10/08/2009) melaporkan perbuatan suaminya ke kantor polisi setempat. Kepada petugas, Sukandi pun mengakui semua perbuatanya.
Persetubuhan dengan paksaan itu dilakukan sejak pertengahan Mei 2009. Ironisnya, seringkali, senggama itu dilakukan di samping tubuh Ny Sunarti yang sedang terlelap tidur. Sebab antara korban pelaku dan istrinya, tidur dalam satu kamar, dan diatas tempat tidur yang sama.
"Pelaku mengakui sebanyak 7 kali melakukan itu dan telah kita amankan. Saat ini dia masih kita periksa untuk dimintai keterangan," ujar Kasatreskrim Polres Blitar AKP Mustofa kepada wartawan.
Kepada ibunya korban mengaku diancam untuk tidak menceritakan kebejatan ayah tirinya itu kepada siapapun setelah dipaksa melayani nafsu iblis Sukandi. "Karena merasa berhasil, pelaku pun keterusan. Setiap ada kesempatan memaksa korban untuk melayani hingga akhirnya hamil," terang Mustofa.
Karena takut, awalnya korban tidak mengaku saat ditanya ibunya mengenai perutnya yang setiap hari terlihat semakin besar. Korban akhirnya berani mengaku setelah didesak.
Sementara dihadapan penyidik, Sukandi mengaku terangsang setelah melihat rok korban tersingkap saat tidur. Awalnya pelaku hendak meminta "jatah" kepada istrinya yang sedang tidur pulas. Namun kemudian tergugah untuk menggahi anak tirinya. "Saya tidak tahan melihat kemolekan tubuhnya. Kemudian setelah saya paksa, akhirnya saya dilayani," tuturnya.
Dalam kasus ini Sukandi akan dijerat pasal berlapis mengingat korban masih berusia di bawah umur. Yakni pasal 81 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 23/2002 tentang Perlindungan Anak. Selain itu, korban juga diancam pasal 81 Ayat 2 UU No 23/2002, Pasal 82 UU No 23/2002, serta Pasal 285, 289, dan 286 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman penjara lebih dari lima tahun. (Solichan Arif/Koran SI/ded)
Akibat perbuatan terlarang itu, Puput kini mengandung 2 bulan. Melihat hal itu, Ny Sunarti (47) ibu Puput, Senin (10/08/2009) melaporkan perbuatan suaminya ke kantor polisi setempat. Kepada petugas, Sukandi pun mengakui semua perbuatanya.
Persetubuhan dengan paksaan itu dilakukan sejak pertengahan Mei 2009. Ironisnya, seringkali, senggama itu dilakukan di samping tubuh Ny Sunarti yang sedang terlelap tidur. Sebab antara korban pelaku dan istrinya, tidur dalam satu kamar, dan diatas tempat tidur yang sama.
"Pelaku mengakui sebanyak 7 kali melakukan itu dan telah kita amankan. Saat ini dia masih kita periksa untuk dimintai keterangan," ujar Kasatreskrim Polres Blitar AKP Mustofa kepada wartawan.
Kepada ibunya korban mengaku diancam untuk tidak menceritakan kebejatan ayah tirinya itu kepada siapapun setelah dipaksa melayani nafsu iblis Sukandi. "Karena merasa berhasil, pelaku pun keterusan. Setiap ada kesempatan memaksa korban untuk melayani hingga akhirnya hamil," terang Mustofa.
Karena takut, awalnya korban tidak mengaku saat ditanya ibunya mengenai perutnya yang setiap hari terlihat semakin besar. Korban akhirnya berani mengaku setelah didesak.
Sementara dihadapan penyidik, Sukandi mengaku terangsang setelah melihat rok korban tersingkap saat tidur. Awalnya pelaku hendak meminta "jatah" kepada istrinya yang sedang tidur pulas. Namun kemudian tergugah untuk menggahi anak tirinya. "Saya tidak tahan melihat kemolekan tubuhnya. Kemudian setelah saya paksa, akhirnya saya dilayani," tuturnya.
Dalam kasus ini Sukandi akan dijerat pasal berlapis mengingat korban masih berusia di bawah umur. Yakni pasal 81 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 23/2002 tentang Perlindungan Anak. Selain itu, korban juga diancam pasal 81 Ayat 2 UU No 23/2002, Pasal 82 UU No 23/2002, serta Pasal 285, 289, dan 286 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman penjara lebih dari lima tahun. (Solichan Arif/Koran SI/ded)
Ekstradisi Ibunda Manohara Tergantung Presiden SBY
Okezone Rabu, 26 Agustus 2009 JAKARTA - Meskipun sudah masuk dalam daftar pencarian orang, ibunda Manohara, Daisy Fajarina belum bisa diekstradisi ke Prancis. Soalnya, warga negara Indonesia baru bisa diektradisi jika diberikan izin oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
"Kenapa sulit banget (ekstradisi), karena di pasal 5 UU Ekstradisi, warga negara Indonesia gak bisa langsung ditahan. Tergantung Presiden, dikasih izin atau tidak," kata kuasa hukum Shaliha Lanti, Christine Purba di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (26/8/2009).
Meskipun tidak ada deadline untuk melakukan ekstradisi, Christine menegaskan pihaknya akan melakukan pengawalan terus hingga ektradisi terhadap Daisy dilakukan.
Sebelumnya, mereka mengaku sudah menghubungi Kedutaan Prancis di Indonesia untuk menyampaikan nota ekstradisi.
"Karena di sana masih libur, jadi kita masih menunggu. Kalau nota ekstradisi sudah dikirim, maka Daisy sudah bisa ditahan," pungkasnya.
"Kenapa sulit banget (ekstradisi), karena di pasal 5 UU Ekstradisi, warga negara Indonesia gak bisa langsung ditahan. Tergantung Presiden, dikasih izin atau tidak," kata kuasa hukum Shaliha Lanti, Christine Purba di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (26/8/2009).
Meskipun tidak ada deadline untuk melakukan ekstradisi, Christine menegaskan pihaknya akan melakukan pengawalan terus hingga ektradisi terhadap Daisy dilakukan.
Sebelumnya, mereka mengaku sudah menghubungi Kedutaan Prancis di Indonesia untuk menyampaikan nota ekstradisi.
"Karena di sana masih libur, jadi kita masih menunggu. Kalau nota ekstradisi sudah dikirim, maka Daisy sudah bisa ditahan," pungkasnya.
Foto Daisy Fajarina (Emaknya Manohara) Tanpa Jilbab (Gayanya Keren & Gaul)

Kalau di Indonesia pas nongol di TV kan pake kerudung terus, kelihatan ala tipikal emak2 Indonesia ... nah ini dapat nemu dari Okezone.com dengan gaya lumayan keren ...
Istri Menko Kesra Diminta Bersaksi Bela Eks Pembantu Manohara
Okezone Kamis, 27 Agustus 2009 JAKARTA - Tatty Murnitriati, istri Menko Kesra Aburizal Bakrie, diminta bersaksi membela eks pembantu Manohara, Shaliha Lanti. Saat masih menetap di Prancis, Tatty mengetahui derita Shaliha selama bekerja di rumah Manohara.
"Kita berharap ibu Tatty Bakrie mau membantu Shaliha, seorang anak bangsa yang memperjuangkan haknya. Kami tidak bilang ibu Tatty membela Shaliha. Tapi yang pasti, kami minta jika ibu Tatty dan saksi lainnya diminta keterangan untuk mengatakan yang sebenarnya," jelas kuasa hukum Shaliha, Bobby Manalu, di Aryaduta Suites, Semanggi, Jakarta, Rabu (26/8/2009).
Sejauh ini, pihak Shaliha belum tahu apakah penyidik sudah memanggil Tatty untuk bersaksi.
"Sebagai saksi, ibu Tatty tentu wajib hadir. Kami serahkan semua kepada pihak penyidik. Dan itu sudah ada dalam kronologis yang kami berikan kepada polisi," imbuh Bobby.
Menurut keterangan Shaliha, saat berada di Prancis, Daisy pernah menitipkan koper ke rumah Tatty yang kebetulan merupakan tetangga Daisy. Shaliha juga sering diminta membantu di rumah Tatty.
"Bedanya ibu Tatty membayar Shaliha. Kalau Daisy tidak. Shaliha mendapat bayaran 300 Euro dari ibu Tatty," urainya.
Lantaran Shaliha sering membantu di rumah Tatty, Shaliha menceritakan peristiwa perkosaan oleh suami Daisy, Reiner Pinot.
"Ibu Tatty tahu peristiwa yang dialami Shaliha dari cerita Shaliha sendiri. Ibu Tatty sempat tanya kepada Daisy tentang masalah yang sebenarnya, tapi Daisy malah bilang Shaliha kabur dan diusir karena pacaran," tandas Bobby. (ang)
"Kita berharap ibu Tatty Bakrie mau membantu Shaliha, seorang anak bangsa yang memperjuangkan haknya. Kami tidak bilang ibu Tatty membela Shaliha. Tapi yang pasti, kami minta jika ibu Tatty dan saksi lainnya diminta keterangan untuk mengatakan yang sebenarnya," jelas kuasa hukum Shaliha, Bobby Manalu, di Aryaduta Suites, Semanggi, Jakarta, Rabu (26/8/2009).
Sejauh ini, pihak Shaliha belum tahu apakah penyidik sudah memanggil Tatty untuk bersaksi.
"Sebagai saksi, ibu Tatty tentu wajib hadir. Kami serahkan semua kepada pihak penyidik. Dan itu sudah ada dalam kronologis yang kami berikan kepada polisi," imbuh Bobby.
Menurut keterangan Shaliha, saat berada di Prancis, Daisy pernah menitipkan koper ke rumah Tatty yang kebetulan merupakan tetangga Daisy. Shaliha juga sering diminta membantu di rumah Tatty.
"Bedanya ibu Tatty membayar Shaliha. Kalau Daisy tidak. Shaliha mendapat bayaran 300 Euro dari ibu Tatty," urainya.
Lantaran Shaliha sering membantu di rumah Tatty, Shaliha menceritakan peristiwa perkosaan oleh suami Daisy, Reiner Pinot.
"Ibu Tatty tahu peristiwa yang dialami Shaliha dari cerita Shaliha sendiri. Ibu Tatty sempat tanya kepada Daisy tentang masalah yang sebenarnya, tapi Daisy malah bilang Shaliha kabur dan diusir karena pacaran," tandas Bobby. (ang)
Ramadan, Eks Pembantu Tak Mau Maafkan Ibunda Manohara
Okezone Rabu, 26 Agustus 2009 Daisy Fajarina JAKARTA - Ramadan tiba. Namun, Shaliha Lanti, eks pembantu ibunda Manohara, Daisy Fajarina, enggan memberi maaf atas perlakuan buruk Daisy. Shaliha mau memberi maaf asalkan Daisy dihukum di Prancis.
"Menyesal sekali. Saya tetap enggak akan damai. Saya memaafkan kalau dia menjalani hukuman di Prancis," tutur Shaliha di Cemara Galeri, Jalan HOS Cokroaminoto 11, Jakarta Pusat, Selasa (25/8/2009).
Shaliha menggelar syukuran potong tumpeng dalam rangka kepulangannya ke Prancis pada 27 Agustus 2009 besok. Shaliha bertolak ke negeri Menara Eiffel itu karena harus melanjutkan sekolah. Meski kembali ke Prancis, Shaliha tetap yakin kasusnya tidak akan dipetieskan.
"Saya yakin kasus ini akan selesai. Saya kembali ke Prancis sekaligus untuk meminta bantuan dari asosiasi yang sama yang membantu saya di sana. Mereka punya misi untuk menyelesaikan masalah ini," jelas wanita bertubuh mungil itu.
Shaliha mengaku pernah diperkosa ayah tiri Manohara, Reiner Noack Pinot. Pemerkosaan itu disaksikan Daisy pada Maret 2007. Pinot telah menjalani hukuman di Prancis, namun Daisy kabur.
Daisy juga dituduh memalsukan akte kelahiran serta paspor milik Shaliha. (ang)
"Menyesal sekali. Saya tetap enggak akan damai. Saya memaafkan kalau dia menjalani hukuman di Prancis," tutur Shaliha di Cemara Galeri, Jalan HOS Cokroaminoto 11, Jakarta Pusat, Selasa (25/8/2009).
Shaliha menggelar syukuran potong tumpeng dalam rangka kepulangannya ke Prancis pada 27 Agustus 2009 besok. Shaliha bertolak ke negeri Menara Eiffel itu karena harus melanjutkan sekolah. Meski kembali ke Prancis, Shaliha tetap yakin kasusnya tidak akan dipetieskan.
"Saya yakin kasus ini akan selesai. Saya kembali ke Prancis sekaligus untuk meminta bantuan dari asosiasi yang sama yang membantu saya di sana. Mereka punya misi untuk menyelesaikan masalah ini," jelas wanita bertubuh mungil itu.
Shaliha mengaku pernah diperkosa ayah tiri Manohara, Reiner Noack Pinot. Pemerkosaan itu disaksikan Daisy pada Maret 2007. Pinot telah menjalani hukuman di Prancis, namun Daisy kabur.
Daisy juga dituduh memalsukan akte kelahiran serta paspor milik Shaliha. (ang)
Ratna Sarumpaet: "Ibunda Manohara Sebentar Lagi Diekstradisi ke Prancis"
Kamis, 6 Agustus 2009 - 16:06 wib
TEXT SIZE :
Johan Sompotan - Okezone
(foto: Eko Purwanto/koran SI)
JAKARTA - Ibunda Manohara, Daisy Fajarina tampaknya sebentar lagi akan diekstradisi ke Prancis untuk menjalani hukuman 18 bulan penjara, atas dugaan kasus pelecehan seksual dan kekerasan yang dialami mantan pembantunya, Shaliha Lanti.
Hal tersebut diungkapkan Ratna Sarumpaet, yang mendampingi Shaliha Lanti usai mendapangi Intepol Mabes Polri, di Jalan Mulawarman I, No 1, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (6/8/2009).
"(Interpol) sudah terima red notice tahun lalu. Ketika Ibu Daisy melarikan diri. Setelah ada putusan, mereka tinggal bergerak," katanya.
Ratna meneruskan, sudah ada komunikasi dua arah antara Interpol Indonesia dengan Interpol Prancis.
"Tinggal menunggu ekstradisi. Kita minta fatwa MA dan tinggal bicara dengan presiden. Ini perlu kehati-hatian. Indonesia perlu lebih konkret lagi. (karena) kita tidak punya perjanjian ekstradisi yang resmi. Harus ada surat-surat yang dilaksanakan, secara tekhnis harus dilengkapi," paparnya.
Dalam kesempatan itu, Ratna juga menyarankan kepada Daisy Fajarina agar pergi ke Prancis untuk menjalani hukumannya selama 18 bulan. "Go to France! Jalani saja hukumannya setelah itu bisa menjadi orang yang terhormat. Toh kan tidak lama, hanya 18 bulan," pungkasnya.
TEXT SIZE :
Johan Sompotan - Okezone
(foto: Eko Purwanto/koran SI)
JAKARTA - Ibunda Manohara, Daisy Fajarina tampaknya sebentar lagi akan diekstradisi ke Prancis untuk menjalani hukuman 18 bulan penjara, atas dugaan kasus pelecehan seksual dan kekerasan yang dialami mantan pembantunya, Shaliha Lanti.
Hal tersebut diungkapkan Ratna Sarumpaet, yang mendampingi Shaliha Lanti usai mendapangi Intepol Mabes Polri, di Jalan Mulawarman I, No 1, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (6/8/2009).
"(Interpol) sudah terima red notice tahun lalu. Ketika Ibu Daisy melarikan diri. Setelah ada putusan, mereka tinggal bergerak," katanya.
Ratna meneruskan, sudah ada komunikasi dua arah antara Interpol Indonesia dengan Interpol Prancis.
"Tinggal menunggu ekstradisi. Kita minta fatwa MA dan tinggal bicara dengan presiden. Ini perlu kehati-hatian. Indonesia perlu lebih konkret lagi. (karena) kita tidak punya perjanjian ekstradisi yang resmi. Harus ada surat-surat yang dilaksanakan, secara tekhnis harus dilengkapi," paparnya.
Dalam kesempatan itu, Ratna juga menyarankan kepada Daisy Fajarina agar pergi ke Prancis untuk menjalani hukumannya selama 18 bulan. "Go to France! Jalani saja hukumannya setelah itu bisa menjadi orang yang terhormat. Toh kan tidak lama, hanya 18 bulan," pungkasnya.
Di Rumah Sendiri, Siswi SMA 17 tahun Diperkosa Lima ABG
Selasa, 18 Agustus 2009 BLITAR - Seorang siswi SMA Kota Blitar, Jawa Timur, asal Desa Plosorejo Kec Kademangan menjadi korban perkosaan lima pemuda. Ironisnya, aksi amoral yang dilakukan ABG berinisial Fr (18), Rv (17), Ek (17), Hp (18), dan Ys (19) terjadi di rumah korban, sebut saja bernama Puput berusia 17 tahun.
Dalam keadaan teler dibawah kendali minuman keras (miras), para pelaku yang semuanya warga Desa Gaprang, Kec Kanigoro, menggagahi Puput secara bergiliran. Menurut keterangan Kasatreskrim Polres Blitar Ajun Komisaris Polisi Mustofa, peristiwa itu berlangsung pada Minggu, 16 Agustus malam, saat rumah korban dalam keadaan sepi.
"Korban yang sendirian tiba-tiba dibekap dan diperkosa secara bergiliran oleh pelaku yang dalam keadaan mabuk. Saat ini para pelaku telah kita amankan," ujar Mustofa kepada wartawan.
Aksi bejad itu diceritakan keluarga korban dilakukan pertama kali oleh tersangka Fr dan Rv. Sedangkan Ek, Hp, dan Ys memegangi tangan dan kaki korban. Setelah Fr dan R melampiaskan hajatnya, giliran Ek, Hp, dan Ys menumpahkan nafsunya kepada Puput yang terkapar tak berdaya nyaris pingsan.
"Begitu selesai, para pelaku ini langsung meninggalkan korban yang telanjang di kamarnya. Korban dalam keadaan tak berdaya dan nyaris kehilangan kesadaran," terang Mustofa menirukan keterangan keluarga korban.
Melihat anaknya diperlakukan tidak senonoh, pihak keluarga Puput tidak terima dan langsung melaporkan peristiwa itu ke mapolsek setempat. Tidak berlangsung lama, para pelaku diringkus di rumah masing-masing.
Kepada petugas, para tersangka mengaku sakit hati dengan korban yang menolak saat diajak pesta miras. Karena marah mereka merencanakan aksi perkosaan itu dengan pura-pura bertamu. "Dan kebetulan malam itu rumah korban dalam kondisi sepi. Sehingga kondisi itu ikut membantu melancarkan aksi kejahatan," pungkas Mustofa.
Dalam kasus ini ke lima tersangka akan dijerat dengan UU RI No 23/ 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara 15 tahun. (Solichan Arif/Koran SI/ful)
Dalam keadaan teler dibawah kendali minuman keras (miras), para pelaku yang semuanya warga Desa Gaprang, Kec Kanigoro, menggagahi Puput secara bergiliran. Menurut keterangan Kasatreskrim Polres Blitar Ajun Komisaris Polisi Mustofa, peristiwa itu berlangsung pada Minggu, 16 Agustus malam, saat rumah korban dalam keadaan sepi.
"Korban yang sendirian tiba-tiba dibekap dan diperkosa secara bergiliran oleh pelaku yang dalam keadaan mabuk. Saat ini para pelaku telah kita amankan," ujar Mustofa kepada wartawan.
Aksi bejad itu diceritakan keluarga korban dilakukan pertama kali oleh tersangka Fr dan Rv. Sedangkan Ek, Hp, dan Ys memegangi tangan dan kaki korban. Setelah Fr dan R melampiaskan hajatnya, giliran Ek, Hp, dan Ys menumpahkan nafsunya kepada Puput yang terkapar tak berdaya nyaris pingsan.
"Begitu selesai, para pelaku ini langsung meninggalkan korban yang telanjang di kamarnya. Korban dalam keadaan tak berdaya dan nyaris kehilangan kesadaran," terang Mustofa menirukan keterangan keluarga korban.
Melihat anaknya diperlakukan tidak senonoh, pihak keluarga Puput tidak terima dan langsung melaporkan peristiwa itu ke mapolsek setempat. Tidak berlangsung lama, para pelaku diringkus di rumah masing-masing.
Kepada petugas, para tersangka mengaku sakit hati dengan korban yang menolak saat diajak pesta miras. Karena marah mereka merencanakan aksi perkosaan itu dengan pura-pura bertamu. "Dan kebetulan malam itu rumah korban dalam kondisi sepi. Sehingga kondisi itu ikut membantu melancarkan aksi kejahatan," pungkas Mustofa.
Dalam kasus ini ke lima tersangka akan dijerat dengan UU RI No 23/ 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara 15 tahun. (Solichan Arif/Koran SI/ful)
Mahasiswi Tuban Berjilbab Diperkosa Dua Pemabuk
Selasa, 14 Juli 2009 - 20:01 wib TEXT SIZE : BOJONEGORO - Nasib tragis dialami Melati (21), warga Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, Jawa Tangah. Gadis yang tercatat sebagai mahasiswi di Tuban, Jawa Timur itu menjadi korban pemerkosaan di Jalan Veteran, Bojonegoro. Tak hanya itu, pacarnya juga dihajar pelaku hingga babak belur.
Kejadian berawal saat korban bersama pacarnya, Sirojul (25), warga Desa Tikusan, Kecamatan Kapas, Bojonegoro tengah berpacaran di lapangan Jalan Veteran, utara Terminal Rajekwesi pada Selasa, 13 Juli malam. Saat hendak pulang dengan mengendarai motor S 6847 BW, tiba-tiba mereka dihadang dua pemuda tak dikenal.
Dua pemuda yang kemudian diketahui bernama Aldo Ardiansyah (19), dan M Rochim, (26), asal Desa Kenep, Kecamatan Balen, Bojonegoro mengendarai motor Mega pro nopol S 4197 BY. Bahkan, untuk menakut-nakuti korban, Aldo mengaku sebagai anggota polisi dari Polwil Bojonegoro. Melihat gelagat kurang baik, Sirojul bermaksud melarikan diri dengan motornya.
Tapi nahas, jilbab yang dipakai Melati ditarik pelaku hingga korban terjatuh dari motor. Sirojul pun turun dan berusaha menolong kekasihnya. Tapi, tanpa banyak kata Aldo langsung menghajar Sirojul dengan tangan kosong. Sedang, Rokhim menyeret korban ke tempat sepi dan memaksa korban melayani nafsu bejatnya. Korban pun beberapa kali dipukul pelaku.
Sirojul yang babak belur lalu berlari meminta bantuan. Dua pelaku yang diduga sedang mabuk itu tak menghiraukan teriakan Sirojul dan tetap menyetubuhi korban. Hingga akhirnya, sejumlah polisi datang dan meringkus keduanya. "Kami mengamankan tersangka dan langsung ditahan di Mapolres Bojonegoro," terang Kapolsek Kota AKP Supriyono.
Menurut dia, perbuatan pelaku akan dikenai pasal berlapis yakni pasal 285 KUHP tentang pemerkosaan dengan ancaman 12 tahun penjara, dan pasal 368 KUHP tentang pemerasan dengan ancaman 9 tahun penjara.
Terkait pemerasan yang dilakukan dua tersangka, Kapolsek menegaskan saat menghajar korban, pelaku Aldo sempat menanyai korban tentang keberadaan surat sepeda motor. Dia meminta Sirojul menyerahkan uang Rp200.000 kepada Aldo, yang mengaku sebagai anggota polisi. (Nanang Fahrudin/Koran SI/ful)
Kejadian berawal saat korban bersama pacarnya, Sirojul (25), warga Desa Tikusan, Kecamatan Kapas, Bojonegoro tengah berpacaran di lapangan Jalan Veteran, utara Terminal Rajekwesi pada Selasa, 13 Juli malam. Saat hendak pulang dengan mengendarai motor S 6847 BW, tiba-tiba mereka dihadang dua pemuda tak dikenal.
Dua pemuda yang kemudian diketahui bernama Aldo Ardiansyah (19), dan M Rochim, (26), asal Desa Kenep, Kecamatan Balen, Bojonegoro mengendarai motor Mega pro nopol S 4197 BY. Bahkan, untuk menakut-nakuti korban, Aldo mengaku sebagai anggota polisi dari Polwil Bojonegoro. Melihat gelagat kurang baik, Sirojul bermaksud melarikan diri dengan motornya.
Tapi nahas, jilbab yang dipakai Melati ditarik pelaku hingga korban terjatuh dari motor. Sirojul pun turun dan berusaha menolong kekasihnya. Tapi, tanpa banyak kata Aldo langsung menghajar Sirojul dengan tangan kosong. Sedang, Rokhim menyeret korban ke tempat sepi dan memaksa korban melayani nafsu bejatnya. Korban pun beberapa kali dipukul pelaku.
Sirojul yang babak belur lalu berlari meminta bantuan. Dua pelaku yang diduga sedang mabuk itu tak menghiraukan teriakan Sirojul dan tetap menyetubuhi korban. Hingga akhirnya, sejumlah polisi datang dan meringkus keduanya. "Kami mengamankan tersangka dan langsung ditahan di Mapolres Bojonegoro," terang Kapolsek Kota AKP Supriyono.
Menurut dia, perbuatan pelaku akan dikenai pasal berlapis yakni pasal 285 KUHP tentang pemerkosaan dengan ancaman 12 tahun penjara, dan pasal 368 KUHP tentang pemerasan dengan ancaman 9 tahun penjara.
Terkait pemerasan yang dilakukan dua tersangka, Kapolsek menegaskan saat menghajar korban, pelaku Aldo sempat menanyai korban tentang keberadaan surat sepeda motor. Dia meminta Sirojul menyerahkan uang Rp200.000 kepada Aldo, yang mengaku sebagai anggota polisi. (Nanang Fahrudin/Koran SI/ful)
Oknum Satpol PP Kota Padang Perkosa Janda
Okezone Rabu, 9 April 2008 PADANG - Jhon (55), anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang, diduga melakukan pemerkosaan terhadap janda beranak satu bernama Dewi (27) saat dilakukan pemeriksaan di kantor Satpol PP, Minggu (6/4) lalu.
Dewi menceritakan, penangkapan tersebut bermula saat dirinya tertangkap Satpol PP Kota Padang ketika melakukan razia penyakit masyarakat (Pekat) di Hotel Parmin, Jalan Mangun Sarkoro, Sabtu malam.
"Seusai pemeriksaan sekira pukul 05.00 WIB, saya mengantuk dan petugas menyuruh tidur di atas meja pemeriksaan," kata Dewi saat ditemui di Mapoltabes Padang, Jalan M Yamin, Rabu (9/4/2008).
Karena mengantuk, lanjut Dewi, saya tidak perduli dan langsung tidur. Tetapi petugas itu memegang buah dada saya dan mengancam. "Kamu jangan bilang siapa-siapa, nanti saya kirim kamu ke Sukarami (Panti Rehabilitasi Sukarami Solok)," ujarnya seraya menirukan ancaman.
Merasa risih, janda beranak satu ini meminta untuk izin ke kamar mandi untuk buang air kecil dan dijaga oleh petugas tersebut. "Seusai buang air kecil, petugas tersebut membuka pintu dan menguncinya dari dalam. Kemudian dia memaksa saya melayani dengan ancaman," tukasnya.
Seusai melampiaskan nafsunya, lanjut dia, Dewi kembali dibawa ke kamar tahanan. "Namun dia kembali mengancam saya untuk tidak membuka mulut atas peristiwa ini," tegasnya.
Dia menjelaskan, atas dukungan dari teman-teman, akhirnya Dewi memberanikan diri melaporkan peristiwa tersebut. Berkat laporan bernomor LP/698/K/IV-tabes2008, Polisi tengah melakukan pemeriksaan terhadap Dewi.
Sementara itu, Kepala satpol PP Kota Pandang Dedi Henidal mengaku belum mengetahui insiden pemerkosaan tersebut. Namun dirinya berjanji akan melakukan tindakan tegas kepada oknum yang terlibat.
"Jika ada bukti, maka kita akan berhentikan oknum itu. Namun kalau tidak terbukti laporan tersebut, maka kita akan tuntut balik," tegasnya.
Dewi menceritakan, penangkapan tersebut bermula saat dirinya tertangkap Satpol PP Kota Padang ketika melakukan razia penyakit masyarakat (Pekat) di Hotel Parmin, Jalan Mangun Sarkoro, Sabtu malam.
"Seusai pemeriksaan sekira pukul 05.00 WIB, saya mengantuk dan petugas menyuruh tidur di atas meja pemeriksaan," kata Dewi saat ditemui di Mapoltabes Padang, Jalan M Yamin, Rabu (9/4/2008).
Karena mengantuk, lanjut Dewi, saya tidak perduli dan langsung tidur. Tetapi petugas itu memegang buah dada saya dan mengancam. "Kamu jangan bilang siapa-siapa, nanti saya kirim kamu ke Sukarami (Panti Rehabilitasi Sukarami Solok)," ujarnya seraya menirukan ancaman.
Merasa risih, janda beranak satu ini meminta untuk izin ke kamar mandi untuk buang air kecil dan dijaga oleh petugas tersebut. "Seusai buang air kecil, petugas tersebut membuka pintu dan menguncinya dari dalam. Kemudian dia memaksa saya melayani dengan ancaman," tukasnya.
Seusai melampiaskan nafsunya, lanjut dia, Dewi kembali dibawa ke kamar tahanan. "Namun dia kembali mengancam saya untuk tidak membuka mulut atas peristiwa ini," tegasnya.
Dia menjelaskan, atas dukungan dari teman-teman, akhirnya Dewi memberanikan diri melaporkan peristiwa tersebut. Berkat laporan bernomor LP/698/K/IV-tabes2008, Polisi tengah melakukan pemeriksaan terhadap Dewi.
Sementara itu, Kepala satpol PP Kota Pandang Dedi Henidal mengaku belum mengetahui insiden pemerkosaan tersebut. Namun dirinya berjanji akan melakukan tindakan tegas kepada oknum yang terlibat.
"Jika ada bukti, maka kita akan berhentikan oknum itu. Namun kalau tidak terbukti laporan tersebut, maka kita akan tuntut balik," tegasnya.
Sabtu, 29 Agustus 2009
Manohara Dituding Teror Eks Pembantu
Okezone Senin, 17 Agustus 2009 JAKARTA - Mantan pembantu Manohara, Shaliha Lanti, mengatakan mendapat teror dari Manohara dan Laskar Merah Putih. Benarkah Manohara melakukan teror?
"Itu tidak benar. Tidak ada intimidasi, tidak ada teror, termasuk kepada Shaliha," ujar Manohara di Rumah Sakit Dharmais, Jakarta, Minggu (16/8/2009).
Tak hanya Manohara yang membantah, ibunda Mano, Daisy Fajarina, juga menyangkal.
"Saya bisa saja melakukan teror dan intimidasi di sini. Tapi tidak akan saya lakukan. Buat apa? Lagipula apa yang dia bilang mengada-ada. Kontak dengan Shaliha tidak ada lagi. Sampai saat ini pun kita belum pernah ketemu," jelas Daisy.
Laskar Merah Putih juga membantah melakukan intimidasi. Namun, organisasi itu mengakui memang bersiap menjaga dan membela Manohara-Daisy.
"Yang pasti Manohara tetap kami pantau dan diawasi. Itu memang tugas kami. Kami siap menjaga Manohara dan ibu Daisy. Tidak ada yang bisa menyentuh ibu Daisy dan Mano," tegas Ketua Laskar Merah Putih, Eddy Hartawan.
Apakah Laskar Merah Putih dibayar Manohara dan Daisy untuk memberikan pengamanan?
"Saya berani bersumpah, saya tidak dibayar. Tugas kami melindungi orang yang tertindas. Mereka (Shaliha dan Ratna Sarumpaet) yang orang bayaran," tuding Eddy. (ang)
"Itu tidak benar. Tidak ada intimidasi, tidak ada teror, termasuk kepada Shaliha," ujar Manohara di Rumah Sakit Dharmais, Jakarta, Minggu (16/8/2009).
Tak hanya Manohara yang membantah, ibunda Mano, Daisy Fajarina, juga menyangkal.
"Saya bisa saja melakukan teror dan intimidasi di sini. Tapi tidak akan saya lakukan. Buat apa? Lagipula apa yang dia bilang mengada-ada. Kontak dengan Shaliha tidak ada lagi. Sampai saat ini pun kita belum pernah ketemu," jelas Daisy.
Laskar Merah Putih juga membantah melakukan intimidasi. Namun, organisasi itu mengakui memang bersiap menjaga dan membela Manohara-Daisy.
"Yang pasti Manohara tetap kami pantau dan diawasi. Itu memang tugas kami. Kami siap menjaga Manohara dan ibu Daisy. Tidak ada yang bisa menyentuh ibu Daisy dan Mano," tegas Ketua Laskar Merah Putih, Eddy Hartawan.
Apakah Laskar Merah Putih dibayar Manohara dan Daisy untuk memberikan pengamanan?
"Saya berani bersumpah, saya tidak dibayar. Tugas kami melindungi orang yang tertindas. Mereka (Shaliha dan Ratna Sarumpaet) yang orang bayaran," tuding Eddy. (ang)
Senin, 24 Agustus 2009
Dunia Malam: Layanan PSK Uzbekistan hingga ABG 15 Tahun
Jarum jam menunjuk pukul 22.45 ketika Raiya tiba-tiba muncul di antara kerumunan wanita bule di ruangan lantai tujuh Hotel A di Jalan Lodan Raya, Jakarta Utara, Jumat (19/10). Wanita berkebangsaan Uzbekistan berusia sekitar 45 tahun itu lalu duduk di depan seorang gadis berambut pirang yang mengenakan blus mini warna hitam.
“Cewek-cewek itu di sini kami sebut ladies company atau LC, sedangkan Raiya salah seorang agennya. Mereka berasal dari Uzbekistan. Di sini ada juga cewek Thailand, Vietnam, dan cungkok dari China. Ada juga yang lokal. Terserah Anda, mau yang impor atau lokal,” kata seorang pelayan di ruangan itu.
Sebutan LC sebenarnya sama dengan pramuria, sedangkan agen tak lain mami alias germo.
Di tempat hiburan itu terdapat belasan wanita muda asal Uzbekistan, selain belasan lain dari China, Thailand, dan Vietnam. Pekerja seks komersial (PSK) asal Uzbekistan rata-rata memasang tarif Rp 1,5 juta untuk sekali kencan singkat. Sementara tarif PSK asal negara Asia Timur rata-rata Rp 1 juta. Adapun PSK lokal memasang banderol Rp 800.000.
Gadis-gadis yang ada di ruangan itu berbaur dengan pengunjung umumnya mengenakan pakaian serba mini. Bahkan, beberapa di antaranya tak mengenakan baju, kecuali kutang dengan rok transparan.
Di lantai tujuh Hotel A juga ada ruang khusus untuk mandi atau berendam. Tersedia dua kolam kecil, yakni satu kolam air hangat dan satu lagi air dingin.
Setiap pengunjung pada saat berendam di kolam akan ditemani seorang pramuria. Seusai bilas, mereka bisa ke kamar di lantai enam atau duduk di sofa sambil menikmati minuman. Pengunjung bisa juga menonton penari telanjang di balik tirai transparan dekat kolam.
Pengunjung di lantai tujuh pada Jumat malam itu masih terbatas. “Meski belum begitu ramai, tamunya sudah lumayan. Setelah berendam, mereka langsung masuk kamar di lantai enam. Tarif yang sudah saya sebutkan itu untuk short time, selama satu jam 30 menit. Mau dibawa ke luar juga bisa, setelah jam kerja selesai pukul 01.00,” kata pelayan tempat itu.
Hotel A juga ada diskotek di lantai dasar. Di Jakarta Utara, Hotel A memang salah satu tempat hiburan yang selalu ramai dikunjungi.
Tempat-tempat hiburan, seperti mandi uap atau sauna, panti pijat, dan diskotek, di Jakarta mulai dibuka lagi sejak 16 Oktober setelah sebulan lebih tutup sejak awal Ramadhan lalu. Akan tetapi pengunjung mulai ramai mendatangi dan memadati tempat hiburan, terutama diskotek, pada Jumat malam itu.
Suasana Diskotek S sudah sama persis dengan situasi Jumat malam lain sebelum bulan puasa lalu. Di diskotek itu pengelola juga menyediakan PSK. Beberapa orang “mami” menawari pengunjung laki-laki- yang memasuki ruangan diskotek.
PSK juga dijumpai di lokasi pertunjukan musik hidup di satu lantai di bawahnya, yang sekaligus menyediakan kamar-kamar layanan kencan singkat.
Wajah baru
Ada wajah-wajah baru. Mereka kikuk mengenakan pakaian serba mini dan agak canggung menemani tamu. Salah satunya adalah Claudia, bukan nama sebenarnya, gadis belia yang baru berusia 15 tahun.
Tidak seperti gadis-gadis yang sudah mahir melayani tamu di dunia malam, Claudia kikuk, malu, dan tampak takut-takut. Dia berbicara seperlunya dan itu pun kalau diajak bicara. “Saya mulai kerja di sini sebulan lalu, tepat sebelum puasa,” katanya.
Gadis asal Bandung itu mengaku masih takut melayani tamu. Sebenarnya dia diajak oleh seorang mami yang menawarkan untuk bekerja sebagai pelayan minuman, bukan pekerja seks. Namun, dia kini sudah mulai mengerti tentang “dunia lain” itu meski tetap canggung.
Semua PSK yang menemani tamu di ruang musik hidup ini siap melayani laki-laki hidung belang. Mereka yang sudah biasa bekerja seperti itu lebih aktif mendatangi pengunjung yang duduk di bangku-bangku sambil mendengarkan musik.
“Kalau mau ngamar tarifnya Rp 285.000 hingga Rp 300.000 per jam. Boleh juga dibawa keluar,” kata Claudia dengan wajah tertunduk.
Pada Jumat malam itu “kehidupan malam” tidak hanya terdapat di dalam gedung. Sejumlah PSK pun secara terang- terangan menawarkan jasa di tepi Jalan Hayam Wuruk. Setiap pengendara mobil yang memperlambat gerak kendaraan langsung didekati.
Terdapat puluhan gadis muda berdiri antara Olimo hingga menjelang halte bus transjakarta di kawaan Harmoni.
“Untuk short time Rp 350.000, sudah termasuk dengan kamar hotel. Tetapi, kalau masuk diajak hotel lain juga bisa, tarifnya tetap,” ucap seorang PSK yang mengenakan celana pendek ketat.
“Apa yang kita dapat dari kehidupan malam seperti ini?” tanya seorang rekan seusai mengunjungi tempat-tempat hiburan itu. Saat itu jarum jam menunjuk pukul 03.00, Sabtu (20/10). Bagi penikmat hiburan malam, jawabannya pasti berbeda dengan yang tidak biasa.
Gambaran tentang kehidupan malam di Jakarta memang bervariasi, setidaknya seperti diwakili oleh tempat yang kami kunjungi. Apresiasi dan kesenangan atas “dunia tubuh” adalah sisi liar duniawi, dengan karakter banyak berseberangan dengan sisi lain kemanusiaan kita yang “canggung dan takut” seperti diwakili Claudia. (CAL/KSP)
“Cewek-cewek itu di sini kami sebut ladies company atau LC, sedangkan Raiya salah seorang agennya. Mereka berasal dari Uzbekistan. Di sini ada juga cewek Thailand, Vietnam, dan cungkok dari China. Ada juga yang lokal. Terserah Anda, mau yang impor atau lokal,” kata seorang pelayan di ruangan itu.
Sebutan LC sebenarnya sama dengan pramuria, sedangkan agen tak lain mami alias germo.
Di tempat hiburan itu terdapat belasan wanita muda asal Uzbekistan, selain belasan lain dari China, Thailand, dan Vietnam. Pekerja seks komersial (PSK) asal Uzbekistan rata-rata memasang tarif Rp 1,5 juta untuk sekali kencan singkat. Sementara tarif PSK asal negara Asia Timur rata-rata Rp 1 juta. Adapun PSK lokal memasang banderol Rp 800.000.
Gadis-gadis yang ada di ruangan itu berbaur dengan pengunjung umumnya mengenakan pakaian serba mini. Bahkan, beberapa di antaranya tak mengenakan baju, kecuali kutang dengan rok transparan.
Di lantai tujuh Hotel A juga ada ruang khusus untuk mandi atau berendam. Tersedia dua kolam kecil, yakni satu kolam air hangat dan satu lagi air dingin.
Setiap pengunjung pada saat berendam di kolam akan ditemani seorang pramuria. Seusai bilas, mereka bisa ke kamar di lantai enam atau duduk di sofa sambil menikmati minuman. Pengunjung bisa juga menonton penari telanjang di balik tirai transparan dekat kolam.
Pengunjung di lantai tujuh pada Jumat malam itu masih terbatas. “Meski belum begitu ramai, tamunya sudah lumayan. Setelah berendam, mereka langsung masuk kamar di lantai enam. Tarif yang sudah saya sebutkan itu untuk short time, selama satu jam 30 menit. Mau dibawa ke luar juga bisa, setelah jam kerja selesai pukul 01.00,” kata pelayan tempat itu.
Hotel A juga ada diskotek di lantai dasar. Di Jakarta Utara, Hotel A memang salah satu tempat hiburan yang selalu ramai dikunjungi.
Tempat-tempat hiburan, seperti mandi uap atau sauna, panti pijat, dan diskotek, di Jakarta mulai dibuka lagi sejak 16 Oktober setelah sebulan lebih tutup sejak awal Ramadhan lalu. Akan tetapi pengunjung mulai ramai mendatangi dan memadati tempat hiburan, terutama diskotek, pada Jumat malam itu.
Suasana Diskotek S sudah sama persis dengan situasi Jumat malam lain sebelum bulan puasa lalu. Di diskotek itu pengelola juga menyediakan PSK. Beberapa orang “mami” menawari pengunjung laki-laki- yang memasuki ruangan diskotek.
PSK juga dijumpai di lokasi pertunjukan musik hidup di satu lantai di bawahnya, yang sekaligus menyediakan kamar-kamar layanan kencan singkat.
Wajah baru
Ada wajah-wajah baru. Mereka kikuk mengenakan pakaian serba mini dan agak canggung menemani tamu. Salah satunya adalah Claudia, bukan nama sebenarnya, gadis belia yang baru berusia 15 tahun.
Tidak seperti gadis-gadis yang sudah mahir melayani tamu di dunia malam, Claudia kikuk, malu, dan tampak takut-takut. Dia berbicara seperlunya dan itu pun kalau diajak bicara. “Saya mulai kerja di sini sebulan lalu, tepat sebelum puasa,” katanya.
Gadis asal Bandung itu mengaku masih takut melayani tamu. Sebenarnya dia diajak oleh seorang mami yang menawarkan untuk bekerja sebagai pelayan minuman, bukan pekerja seks. Namun, dia kini sudah mulai mengerti tentang “dunia lain” itu meski tetap canggung.
Semua PSK yang menemani tamu di ruang musik hidup ini siap melayani laki-laki hidung belang. Mereka yang sudah biasa bekerja seperti itu lebih aktif mendatangi pengunjung yang duduk di bangku-bangku sambil mendengarkan musik.
“Kalau mau ngamar tarifnya Rp 285.000 hingga Rp 300.000 per jam. Boleh juga dibawa keluar,” kata Claudia dengan wajah tertunduk.
Pada Jumat malam itu “kehidupan malam” tidak hanya terdapat di dalam gedung. Sejumlah PSK pun secara terang- terangan menawarkan jasa di tepi Jalan Hayam Wuruk. Setiap pengendara mobil yang memperlambat gerak kendaraan langsung didekati.
Terdapat puluhan gadis muda berdiri antara Olimo hingga menjelang halte bus transjakarta di kawaan Harmoni.
“Untuk short time Rp 350.000, sudah termasuk dengan kamar hotel. Tetapi, kalau masuk diajak hotel lain juga bisa, tarifnya tetap,” ucap seorang PSK yang mengenakan celana pendek ketat.
“Apa yang kita dapat dari kehidupan malam seperti ini?” tanya seorang rekan seusai mengunjungi tempat-tempat hiburan itu. Saat itu jarum jam menunjuk pukul 03.00, Sabtu (20/10). Bagi penikmat hiburan malam, jawabannya pasti berbeda dengan yang tidak biasa.
Gambaran tentang kehidupan malam di Jakarta memang bervariasi, setidaknya seperti diwakili oleh tempat yang kami kunjungi. Apresiasi dan kesenangan atas “dunia tubuh” adalah sisi liar duniawi, dengan karakter banyak berseberangan dengan sisi lain kemanusiaan kita yang “canggung dan takut” seperti diwakili Claudia. (CAL/KSP)
Malam panjang di Parung, ML Seks di Pinggir Kolam Ikan
Di kawasan Parung, Depok, selain terdapat sejumlah tempat hiburan malam, daerah tersebut juga cukup tenar dengan tempat-tempat pemancingan ikan, yang suasananya asri. Namun seiring dengan kemajuan zaman tempat pemancingan tertentu juga diberdayakan sebagai tempat esek-esek, khususnya pada malam hari.
Biasanya lelaki iseng suka suasana baru untuk memuaskan petualangan nafsunya . Peluang itu ditangkap oleh Sinta. Kepada tamu yang mem-booking- nya, tidak jarang gadis lulusan SLTP ini menawarkan lingkungan pemancingan sebagai tempat kencan. Katanya, selain tarif sewanya relatif murah, Sinta mengakui making love atau populer disebut ML alias bercinta di lokasi pemancingan bisa menimbulkan gairah baru. “Yah tergantung si tamu. Kalau oke atau mau coba, ya kita jalan aja,” tutur Sinta.
Untuk memperlancar kerjanya, biasanya gadis asal Kuningan, Jabar, ini menjalin kerja sama dengan penjaga tempat pemancingan. Sehingga, mudah baginya menggunakan fasilitas itu. “Paling kita kasih saja uang Rp 25.000-Rp 50.000 kepada penjaganya. Kalau sudah begitu kita bisa santai sampai pagi,” ujar Sinta lagi.
Seperti malam itu, Sinta berhasil merayu tamunya untuk kencan di sebuah tempat pemancingan, tidak jauh dari diskotek tempat Sinta bekerja. Sang tamu yang hanyut rayuan Sinta, kembali digandeng tangannya. Dengan bicaranya yang manja, Sinta menggiring tamunya keluar dari arena karaoke menuju ke tempat parkir mobil. Wajah Sinta begitu ceria. Pasalnya, si tamu meminta Sinta untuk berkencan hingga pagi hari.
Dalam perjalanan Sinta terus bercerita tentang bagaimana indahnya lokasi yang bakal menjadi tempat mereka begituan. “Biasanya saya juga minta supaya tamu beli minuman atau makanan. Jadi sampai sana nggak kelaparan,” ucapnya sambil tersenyum manja.
Hanya dalam waktu 20 menit, mobil sedan yang mereka tumpangi masuk ke area parkir sebuah pemancingan. Sinta meminta tamunya untuk tetap menunggu di dalam mobil. Dia turun dan melakukan nego dengan penjaga pemancingan.
Rupanya urusan beres, Sinta pun kembali ke mobil dan mengajak teman kencannya turun. “Kita nanti tinggal kasih bayaran buat yang jaga, dijamin aman,” katanya berusaha meyakinkan teman kencannya, yang tampak menurut saja. Di bawah sinar rembulan di sekitar kolam ikan itu, Sinta tampak begitu cantik memakai celana jins warna hitam ketat dan atasan model tank-top.
Lampu di tempat dua orang yang akan memadu kasih itu menyala, sengaja hanya remang-remang saja, karena sinar bulan pun sebenarnya sudah cukup romantis menyebar di tempat itu. Dan, bagi mereka yang sedang kasmaran suasana seperti itu bisa memunculkan kegairahan baru.
Sinta menggelar tikar berukuran sedang di hamparan rerumputan yang sudah mulai basah karena embun. Mereka berdua memang tidak langsung bercinta. Namun layaknya pasangan yang tengah berpacaran, untuk menghangatkan suasana, dengan ditemani minuman dan makanan ringan Sinta dan tamunya ngobrol ngalor-ngidul. Ini dilakukan supaya tamu kencannya tidak terlalu tegang dan suasananya santai. Perempuan PSK ini pun dengan terampil memasang jeratnya di pinggir kolam ikan itu.
Diiringi suara gemericik air kolam, dia pun menghangatkan suasana dengan melingkarkan tangannya ke pinggang tamunya, dan mereka pun berciuman. Sinar bulan serta semburat cahaya remang lampu di kolam membuat tempat itu terasa lain dari yang lain. Dan, Sinta begitu bersemangat membawa tamunya mengarungi samudera kenikmatan di pinggir kolam ikan.
” Biar cuma di kolam buatan, rasanya sudah sangat nikmat. Apalagi buat tamu yang belum pernah merasakan hal itu. Nanti kapan-kapan kita cobain aja ke sana. Tapi kalo tempatnya penuh, kita bisa cari lokasi lain,” tuturnya suatu saat di rumah kontrakannya.
Namun, tidak jarang pula Sinta mengalami saat-saat yang tidak enak. Di antaranya sang penjaga minta dilayani Sinta. Tapi demi kelancaran usahanya, dalam keadaan lelah pun tubuhnya dibiarkan digagahi si penjaga itu. Dalam hal ini berlaku kerja sama saling menguntungkan. Maklum si penjaga juga punya senjata untuk bisa mereguk kenikmatan dari si PSK. Habis mau gimana lagi. Kalau kita nggak pinter-pinter, kita juga yang nanti susah cari tamu,” ujar Sinta, sambil merapikan dandanannya.
Ber-ML-ria di pinggir kolam pemancingan bukan tak mengandung risiko. Selain digigit nyamuk, Sinta mengaku sering masuk angin. Tapi apa boleh buat pekerjaan itu harus tetap dilakoni selagi belum ada pekerjaan lain yang cocok. Dan, yang lebih mengikatnya adalah keluarga di kampung yang masih bergantung sepenuhnya dari penghasilannya.
“Nggak masalah masuk angin sedikit. Kalau tamu yang saya temani merasa puas dengan pelayanan saya, tentu uang yang saya dapatkan juga lebih besar. Paling kalau badan mulai terasa nggak enak, tinggal minum jamu aja, sudah beres urusan,” tutur PSK berusia 16 tahun yang malam itu mendapat bayaran bersih Rp 150.000 itu.(cel)
Biasanya lelaki iseng suka suasana baru untuk memuaskan petualangan nafsunya . Peluang itu ditangkap oleh Sinta. Kepada tamu yang mem-booking- nya, tidak jarang gadis lulusan SLTP ini menawarkan lingkungan pemancingan sebagai tempat kencan. Katanya, selain tarif sewanya relatif murah, Sinta mengakui making love atau populer disebut ML alias bercinta di lokasi pemancingan bisa menimbulkan gairah baru. “Yah tergantung si tamu. Kalau oke atau mau coba, ya kita jalan aja,” tutur Sinta.
Untuk memperlancar kerjanya, biasanya gadis asal Kuningan, Jabar, ini menjalin kerja sama dengan penjaga tempat pemancingan. Sehingga, mudah baginya menggunakan fasilitas itu. “Paling kita kasih saja uang Rp 25.000-Rp 50.000 kepada penjaganya. Kalau sudah begitu kita bisa santai sampai pagi,” ujar Sinta lagi.
Seperti malam itu, Sinta berhasil merayu tamunya untuk kencan di sebuah tempat pemancingan, tidak jauh dari diskotek tempat Sinta bekerja. Sang tamu yang hanyut rayuan Sinta, kembali digandeng tangannya. Dengan bicaranya yang manja, Sinta menggiring tamunya keluar dari arena karaoke menuju ke tempat parkir mobil. Wajah Sinta begitu ceria. Pasalnya, si tamu meminta Sinta untuk berkencan hingga pagi hari.
Dalam perjalanan Sinta terus bercerita tentang bagaimana indahnya lokasi yang bakal menjadi tempat mereka begituan. “Biasanya saya juga minta supaya tamu beli minuman atau makanan. Jadi sampai sana nggak kelaparan,” ucapnya sambil tersenyum manja.
Hanya dalam waktu 20 menit, mobil sedan yang mereka tumpangi masuk ke area parkir sebuah pemancingan. Sinta meminta tamunya untuk tetap menunggu di dalam mobil. Dia turun dan melakukan nego dengan penjaga pemancingan.
Rupanya urusan beres, Sinta pun kembali ke mobil dan mengajak teman kencannya turun. “Kita nanti tinggal kasih bayaran buat yang jaga, dijamin aman,” katanya berusaha meyakinkan teman kencannya, yang tampak menurut saja. Di bawah sinar rembulan di sekitar kolam ikan itu, Sinta tampak begitu cantik memakai celana jins warna hitam ketat dan atasan model tank-top.
Lampu di tempat dua orang yang akan memadu kasih itu menyala, sengaja hanya remang-remang saja, karena sinar bulan pun sebenarnya sudah cukup romantis menyebar di tempat itu. Dan, bagi mereka yang sedang kasmaran suasana seperti itu bisa memunculkan kegairahan baru.
Sinta menggelar tikar berukuran sedang di hamparan rerumputan yang sudah mulai basah karena embun. Mereka berdua memang tidak langsung bercinta. Namun layaknya pasangan yang tengah berpacaran, untuk menghangatkan suasana, dengan ditemani minuman dan makanan ringan Sinta dan tamunya ngobrol ngalor-ngidul. Ini dilakukan supaya tamu kencannya tidak terlalu tegang dan suasananya santai. Perempuan PSK ini pun dengan terampil memasang jeratnya di pinggir kolam ikan itu.
Diiringi suara gemericik air kolam, dia pun menghangatkan suasana dengan melingkarkan tangannya ke pinggang tamunya, dan mereka pun berciuman. Sinar bulan serta semburat cahaya remang lampu di kolam membuat tempat itu terasa lain dari yang lain. Dan, Sinta begitu bersemangat membawa tamunya mengarungi samudera kenikmatan di pinggir kolam ikan.
” Biar cuma di kolam buatan, rasanya sudah sangat nikmat. Apalagi buat tamu yang belum pernah merasakan hal itu. Nanti kapan-kapan kita cobain aja ke sana. Tapi kalo tempatnya penuh, kita bisa cari lokasi lain,” tuturnya suatu saat di rumah kontrakannya.
Namun, tidak jarang pula Sinta mengalami saat-saat yang tidak enak. Di antaranya sang penjaga minta dilayani Sinta. Tapi demi kelancaran usahanya, dalam keadaan lelah pun tubuhnya dibiarkan digagahi si penjaga itu. Dalam hal ini berlaku kerja sama saling menguntungkan. Maklum si penjaga juga punya senjata untuk bisa mereguk kenikmatan dari si PSK. Habis mau gimana lagi. Kalau kita nggak pinter-pinter, kita juga yang nanti susah cari tamu,” ujar Sinta, sambil merapikan dandanannya.
Ber-ML-ria di pinggir kolam pemancingan bukan tak mengandung risiko. Selain digigit nyamuk, Sinta mengaku sering masuk angin. Tapi apa boleh buat pekerjaan itu harus tetap dilakoni selagi belum ada pekerjaan lain yang cocok. Dan, yang lebih mengikatnya adalah keluarga di kampung yang masih bergantung sepenuhnya dari penghasilannya.
“Nggak masalah masuk angin sedikit. Kalau tamu yang saya temani merasa puas dengan pelayanan saya, tentu uang yang saya dapatkan juga lebih besar. Paling kalau badan mulai terasa nggak enak, tinggal minum jamu aja, sudah beres urusan,” tutur PSK berusia 16 tahun yang malam itu mendapat bayaran bersih Rp 150.000 itu.(cel)
Ketika si ''Kuda Putih'' Layani Tamu: Agar tak Lewat Waktu, ''Timer'' pun Dipasang
Ketika Bali Post menurunkan tulisan PSK (pekerja seks komersial) asing rambah Bali dua minggu lalu, banyak telepon yang masuk. Ada yang menginformasikan tempat-tempat yang selama ini dijadikan home base mereka. Ada pula yang menanyakan nomor HP ''mami''-nya, dengan alasan tamu yang di-handle-nya sangat membutuhkan informasi lanjutan. Sebelum mereka diobok-obok di Bali, ternyata action-nya telah terbongkar di Jakarta. Disebut-sebut, Bali sebagai salah satu daerah yang menjadi transitnya. Dari mana saja mereka, dan di mana saja mereka pernah beroperasi?
JERITAN histeris dua wanita asing, yang menghuni kamar nomor 386 dan 387, menjadikan suasana Hotel Maharadja hiruk-pikuk. Padahal, sehari-harinya hotel yang terletak di Jalan Mampang Prapatan Jakarta Selatan, selalu tenang. Sebab, sehari-hari tamu hotel pun bisa dihitung dengan jari, terbukti hanya beberapa mobil yang diparkir.
Namun, jeritan itu membuat penghuni lainnya berhamburan. Beberapa tamu hotel keluar kamar dan akhirnya diminta masuk kamar lagi, karena kejadian itu merupakan bagian dari aksi penggerebekan Tim Intelpam yang dipimpin Kasat POA (Pengawasan Orang Asing) Ditintelpam Polda Metro Jaya AKBP Drs. Luki Hermawan, M.Si.
Saat digerebek, kedua bule itu yakni Aleksandra Yermakova (22) dan Venera Salakhurdinova (21) yang berasal dari Uzbekistan dalam kodisi telanjang bulat di atas tempat tidur dan nampaknya sedang asyik melayani lelaki hidung belang yang membokingnya. Penggerebekan itu membuat kedua wanita yang berkulit putih ini langsung menangis dan berteriak histeris dengan memakai bahasa Rusia.
Setelah mereka difoto dalam kondisi aslinya, tanpa selembar pakaian di tubuhnya, kemudian disuruh memakai baju. Foto itu jelas bukan untuk tujuan komersial, namun dipakai barang bukti. Selain itu, polisi menyita CD (celana dalam), bra (BH) dan kondom dalam tas yang dibawanya. Polisi juga menangkap Felix yang bertugas sebagai marketing dan pengawas, bahkan dua sopir pengantar kedua wanita asing itu, Pitan serta Alamasyah, pun ditangkap.
Mereka langsung digelandang ke Mapolda Metro Jaya untuk dimintai keterangan. Petugas pun mendatangkan juru bahasa Rusia guna membantu kelancaran proses penyelidikan. Hasilnya, polisi harus mengejar beberapa teman mereka ke sebuah apartemen di kawasan Sunter, Jakarta Pusat.
Dari penggerebekan di apartemen yang dijadikan tempat penampungan itu, polisi hanya menemukan tiga wanita yang juga berasal dari Uzbekistan. Mereka itu, Shapkina Yekaterina (24), Anna Redkorecheva (24) dan Natalya Dubasova (21). Sementara empat wanita asing penjaja cinta lainnya yang berasal dari Polandia, Rusia dan Italia tak ada di apartemen saat penggeledahan terjadi.
Petugas pun memburu bos penyandang dana yang mendatangkan wanita asing itu, Alu Sinaga, Presiden Direktur PT Abadi Kartika Makmur (AKM), yang berkantor di Jalan Sunter Hijau Raya Blok T2 No. 4, Jakarta Utara. Di dalam kantor perusahaan yang bergerak di bidang ekspor-impor ini, juga membuka usaha salon yang dihuni puluhan wanita lokal yang berparas cantik dan berpakaian seronok.
Di dalam salon itu, polisi menemukan dua bendel foto berisi sekitar 33 wanita asing yang berasal dari beberapa negara, juga satu bendel foto wanita lokal, bahkan ada foto model dan pemain sinetron. Disinyalir, salon milik lelaki Cina-Medan ini, hanya dipakai kedok karena menyediakan wanita-wanita penghibur. Alu Sinaga gagal ditangkap, namun karena merasa dikejar-kejar petugas akhirnya Rabu (9/10) malam, dia menyerahkan diri ke Polda Metro Jaya.
''Kami masih terus mencari ke mana mereka pergi. Tampaknya bakal mengalami kesulitan untuk mencarinya, karena kedatangan mereka ke Indonesia menggunakan visa turis yang berada di Indonesia selama 30 hari. Nah, kalau mereka pergi ke daerah wisata, seperti Bali, kita kan enggak bisa melacaknya,'' ungkap Kasat POA AKBP Luki Hermawan. Kata Luki, wanita asing yang ditawarkan dengan harga beragam mulai Rp 3 juta sampai Rp 5 juta per jam. Mereka datang ke Indonesia secara silih berganti. Artinya, bila mereka sudah sebulan di Indonesia, kemudian dikirim ke negara lain yang membutuhkan. Indonesia dipasok dengan wanita penghibur dari negara lainnya.
''Jadi boleh dikatakan, mereka digilir dari 'barang' lama diganti dengan 'barang' baru. Barang lama dipindah ke negara lain seperti Singapura, Australia, Thailand, Malaysia dan negara lainnya, kemudian Indonesia didatangkan lagi dari negara lain,'' jelas Luki.
Bagaimana mereka masuk ke Indonesia? Kelima wanita muda Uzbekistan itu diterbangkan dari Australia menuju Jakarta. Sebelumnya, enam wanita Cina diterbangkan dari Bangkok menuju Bali, kemudian berangkat ke Jakarta. Atau melalui bandara internasional seperti Batam, kemudian dilanjutkan ke Jakarta. Tujuannya agar tidak ada kecurigaan dari petugas imigrasi.
Setiba di Jakarta, kelima wanita cantik asal negara pecahan Uni Soviet itu dijemput di bandara dengan sandi khusus. Kemudian mereka dibawa ke tempat penampungan di apartemen kawasan Sunter, Jakarta Utara. ''Mereka baru enam hari ada di Jakarta, meski demikian mereka sudah melayani tamu rata-rata sehari tiga orang dengan tarif Rp 3,5 juta per jam,'' ungkap Luki.
Pemasaran kelima wanita Uzbekistan yang dijuluki ''Kuda Putih'' lantaran berkulit putih, lincah, seksi dan cantik-cantik ini, dilakukan secara getok tular atau lewat lelaki hidung belang yang sudah biasa memesan wanita bule. ''Semula Alu Sinaga yang memasarkan ke rekan bisnis dan kenalan lelaki berkantong tebal, namun diserahkan ke Felix yang ditunjuk sebagai marketing sekaligus pengawas lapangan,'' katanya.
Jika mau pesan si ''Kuda Putih'' harus menghubungi Felix melalui HP atau nomor telepon yang ada di salon Jalan Sunter Hijau Raya itu. Felix yang menentukan tarif kemudian mengadakan janji untuk bertemu sekaligus menunjukkan foto-foto wanita yang dibutuhkan.
Setelah dibayar tunai Rp 3,5 juta, Felix langsung menanyakan kamar hotel dan tak lama kemudian si ''kuda putih'' itu pun dikirim dengan cara yang rapi. ''Jika lelaki yang membutuhkan kenikmatan sesaat tak membawa uang cash, Felix pun menyarankan bisa melalui credit card dan ke mana-mana selalu membawa gesekan credit card untuk memudahkan pelayanan,'' katanya.
Dalam menjalankan tugasnya, Felix dikenal sebagai lelaki yang benar-benar menghargai waktu. Dengan kata lain, bila lelaki yang mem-booking melebihi waktu satu jam, tak segan-segan Felix menggedor pintu kamar hotel. ''Bahkan, yang mengherankan lagi, si wanita penghibur itu juga membawa timer untuk ketepatan waktu selama lelaki menyalurkan hasrat birahinya,'' sambung Kasat POA.
Kasatserse Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Pol. Raja Erizman mengatakan Kamis (10/10) kemarin, kelima wanita muda Uzbekistan sudah dikirim ke Kantir Imigrasi untuk diproses keimigrasiannya, karena melanggar Undang-undang No.9 tentang Keimigrasian. Mereka akan dideportasi ke negaranya karena melanggar visa dengan cara bekerja serta mencari uang di Indonesia.
Sementara Alu Sinaga dan Felix dijadikan tersangka karena melanggar pasal 296 dan 506 KUHP dan mereka berdua langsung ditahan. ''Alu Sinaga selama ini mempekerjakan orang-orang asing yang berasal dari beberapa negara seperti Rusia, Italia, Taiwan, Spanyol, Polandia, Uzbekistan, Cina dan Jerman. Dia juga diketahui yang membawa wanita-wanita tersebut kepada pria hidung belang di sejumlah hotel,'' kata Raja Erizman.
Kini Serse Polda Metro Jaya masih mengejar Yetty Ong yang diketahui sebagai ''mami asuh'' para wanita penghibur asal luar negeri itu. ''Sindikat perdagangan seks wanita asing ini mengeruk keuntungan yang luar biasa. Bayangkan dari tarif Rp 3,5 juta per jam, para wanita bule itu hanya mendapat bagian 20-25 persen, mengingat tiket pesawat, makan, tidur ditanggung mami asuhnya,'' sambungnya.
JERITAN histeris dua wanita asing, yang menghuni kamar nomor 386 dan 387, menjadikan suasana Hotel Maharadja hiruk-pikuk. Padahal, sehari-harinya hotel yang terletak di Jalan Mampang Prapatan Jakarta Selatan, selalu tenang. Sebab, sehari-hari tamu hotel pun bisa dihitung dengan jari, terbukti hanya beberapa mobil yang diparkir.
Namun, jeritan itu membuat penghuni lainnya berhamburan. Beberapa tamu hotel keluar kamar dan akhirnya diminta masuk kamar lagi, karena kejadian itu merupakan bagian dari aksi penggerebekan Tim Intelpam yang dipimpin Kasat POA (Pengawasan Orang Asing) Ditintelpam Polda Metro Jaya AKBP Drs. Luki Hermawan, M.Si.
Saat digerebek, kedua bule itu yakni Aleksandra Yermakova (22) dan Venera Salakhurdinova (21) yang berasal dari Uzbekistan dalam kodisi telanjang bulat di atas tempat tidur dan nampaknya sedang asyik melayani lelaki hidung belang yang membokingnya. Penggerebekan itu membuat kedua wanita yang berkulit putih ini langsung menangis dan berteriak histeris dengan memakai bahasa Rusia.
Setelah mereka difoto dalam kondisi aslinya, tanpa selembar pakaian di tubuhnya, kemudian disuruh memakai baju. Foto itu jelas bukan untuk tujuan komersial, namun dipakai barang bukti. Selain itu, polisi menyita CD (celana dalam), bra (BH) dan kondom dalam tas yang dibawanya. Polisi juga menangkap Felix yang bertugas sebagai marketing dan pengawas, bahkan dua sopir pengantar kedua wanita asing itu, Pitan serta Alamasyah, pun ditangkap.
Mereka langsung digelandang ke Mapolda Metro Jaya untuk dimintai keterangan. Petugas pun mendatangkan juru bahasa Rusia guna membantu kelancaran proses penyelidikan. Hasilnya, polisi harus mengejar beberapa teman mereka ke sebuah apartemen di kawasan Sunter, Jakarta Pusat.
Dari penggerebekan di apartemen yang dijadikan tempat penampungan itu, polisi hanya menemukan tiga wanita yang juga berasal dari Uzbekistan. Mereka itu, Shapkina Yekaterina (24), Anna Redkorecheva (24) dan Natalya Dubasova (21). Sementara empat wanita asing penjaja cinta lainnya yang berasal dari Polandia, Rusia dan Italia tak ada di apartemen saat penggeledahan terjadi.
Petugas pun memburu bos penyandang dana yang mendatangkan wanita asing itu, Alu Sinaga, Presiden Direktur PT Abadi Kartika Makmur (AKM), yang berkantor di Jalan Sunter Hijau Raya Blok T2 No. 4, Jakarta Utara. Di dalam kantor perusahaan yang bergerak di bidang ekspor-impor ini, juga membuka usaha salon yang dihuni puluhan wanita lokal yang berparas cantik dan berpakaian seronok.
Di dalam salon itu, polisi menemukan dua bendel foto berisi sekitar 33 wanita asing yang berasal dari beberapa negara, juga satu bendel foto wanita lokal, bahkan ada foto model dan pemain sinetron. Disinyalir, salon milik lelaki Cina-Medan ini, hanya dipakai kedok karena menyediakan wanita-wanita penghibur. Alu Sinaga gagal ditangkap, namun karena merasa dikejar-kejar petugas akhirnya Rabu (9/10) malam, dia menyerahkan diri ke Polda Metro Jaya.
''Kami masih terus mencari ke mana mereka pergi. Tampaknya bakal mengalami kesulitan untuk mencarinya, karena kedatangan mereka ke Indonesia menggunakan visa turis yang berada di Indonesia selama 30 hari. Nah, kalau mereka pergi ke daerah wisata, seperti Bali, kita kan enggak bisa melacaknya,'' ungkap Kasat POA AKBP Luki Hermawan. Kata Luki, wanita asing yang ditawarkan dengan harga beragam mulai Rp 3 juta sampai Rp 5 juta per jam. Mereka datang ke Indonesia secara silih berganti. Artinya, bila mereka sudah sebulan di Indonesia, kemudian dikirim ke negara lain yang membutuhkan. Indonesia dipasok dengan wanita penghibur dari negara lainnya.
''Jadi boleh dikatakan, mereka digilir dari 'barang' lama diganti dengan 'barang' baru. Barang lama dipindah ke negara lain seperti Singapura, Australia, Thailand, Malaysia dan negara lainnya, kemudian Indonesia didatangkan lagi dari negara lain,'' jelas Luki.
Bagaimana mereka masuk ke Indonesia? Kelima wanita muda Uzbekistan itu diterbangkan dari Australia menuju Jakarta. Sebelumnya, enam wanita Cina diterbangkan dari Bangkok menuju Bali, kemudian berangkat ke Jakarta. Atau melalui bandara internasional seperti Batam, kemudian dilanjutkan ke Jakarta. Tujuannya agar tidak ada kecurigaan dari petugas imigrasi.
Setiba di Jakarta, kelima wanita cantik asal negara pecahan Uni Soviet itu dijemput di bandara dengan sandi khusus. Kemudian mereka dibawa ke tempat penampungan di apartemen kawasan Sunter, Jakarta Utara. ''Mereka baru enam hari ada di Jakarta, meski demikian mereka sudah melayani tamu rata-rata sehari tiga orang dengan tarif Rp 3,5 juta per jam,'' ungkap Luki.
Pemasaran kelima wanita Uzbekistan yang dijuluki ''Kuda Putih'' lantaran berkulit putih, lincah, seksi dan cantik-cantik ini, dilakukan secara getok tular atau lewat lelaki hidung belang yang sudah biasa memesan wanita bule. ''Semula Alu Sinaga yang memasarkan ke rekan bisnis dan kenalan lelaki berkantong tebal, namun diserahkan ke Felix yang ditunjuk sebagai marketing sekaligus pengawas lapangan,'' katanya.
Jika mau pesan si ''Kuda Putih'' harus menghubungi Felix melalui HP atau nomor telepon yang ada di salon Jalan Sunter Hijau Raya itu. Felix yang menentukan tarif kemudian mengadakan janji untuk bertemu sekaligus menunjukkan foto-foto wanita yang dibutuhkan.
Setelah dibayar tunai Rp 3,5 juta, Felix langsung menanyakan kamar hotel dan tak lama kemudian si ''kuda putih'' itu pun dikirim dengan cara yang rapi. ''Jika lelaki yang membutuhkan kenikmatan sesaat tak membawa uang cash, Felix pun menyarankan bisa melalui credit card dan ke mana-mana selalu membawa gesekan credit card untuk memudahkan pelayanan,'' katanya.
Dalam menjalankan tugasnya, Felix dikenal sebagai lelaki yang benar-benar menghargai waktu. Dengan kata lain, bila lelaki yang mem-booking melebihi waktu satu jam, tak segan-segan Felix menggedor pintu kamar hotel. ''Bahkan, yang mengherankan lagi, si wanita penghibur itu juga membawa timer untuk ketepatan waktu selama lelaki menyalurkan hasrat birahinya,'' sambung Kasat POA.
Kasatserse Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Pol. Raja Erizman mengatakan Kamis (10/10) kemarin, kelima wanita muda Uzbekistan sudah dikirim ke Kantir Imigrasi untuk diproses keimigrasiannya, karena melanggar Undang-undang No.9 tentang Keimigrasian. Mereka akan dideportasi ke negaranya karena melanggar visa dengan cara bekerja serta mencari uang di Indonesia.
Sementara Alu Sinaga dan Felix dijadikan tersangka karena melanggar pasal 296 dan 506 KUHP dan mereka berdua langsung ditahan. ''Alu Sinaga selama ini mempekerjakan orang-orang asing yang berasal dari beberapa negara seperti Rusia, Italia, Taiwan, Spanyol, Polandia, Uzbekistan, Cina dan Jerman. Dia juga diketahui yang membawa wanita-wanita tersebut kepada pria hidung belang di sejumlah hotel,'' kata Raja Erizman.
Kini Serse Polda Metro Jaya masih mengejar Yetty Ong yang diketahui sebagai ''mami asuh'' para wanita penghibur asal luar negeri itu. ''Sindikat perdagangan seks wanita asing ini mengeruk keuntungan yang luar biasa. Bayangkan dari tarif Rp 3,5 juta per jam, para wanita bule itu hanya mendapat bagian 20-25 persen, mengingat tiket pesawat, makan, tidur ditanggung mami asuhnya,'' sambungnya.
Ask: Pangkalan Kuda Putih
mukemesum
28th June 2008, 06:45
Bro/Sis,
Mau coba kuda putih, nih. Kasih tahu lokasi pangkalan dan ulasannya, dong.
:cocktail: to all.
Mau coba kuda putih, nih. Kasih tahu lokasi pangkalan dan ulasannya, dong.
:cocktail: to all.
pius
28th June 2008, 11:21
kuda putih tu mana bro?
frank sinatra
28th June 2008, 13:01
apa ya kuda putih.... uzbek ya? cari aja daerah utara, banyak kok.....
dery_damn
29th June 2008, 14:35
baru tau gw istilah kuda putih, kalo uzbek biasanya gw di sumo kelapa gading atawa di classic
mukemesum
1st July 2008, 03:07
Sori, sebagai TS baru sempat berterima kasih sekarang karena koneksi internet sedang lambat kemarin.
Sekalian tanya lagi, nih. Di Alexis bagimana?
Sekalian tanya lagi, nih. Di Alexis bagimana?
thapsoro
25th July 2008, 15:56
ada bos nama germonya david...anak buahnya bekas 1001 yg bangkrut. saya pernah nyoba dapat italiano mantep trus dapat ceko. kalau mau pm aja
eat_donut
25th July 2008, 17:40
waduh....istilahnya berat2 yah......
ritchie_rich
17th August 2008, 12:47
kuda putih memang terkadang memberikan sensasi berbeda :D
ozonic
22nd August 2008, 17:05
kuda putih DCnya berapa?
mukemesum
23rd August 2008, 13:43
Lumayan, Bos. Dateng aja langsung ke lokasi di atas.
kongs2000
24th August 2008, 01:31
Wah///gua kayaknya kurang gaul deh....dan kudu di gauli nih kyknya...Kuda putih itu apa ya??...dan DC nya berapa rata2 ?
eat_donut
24th August 2008, 01:39
ga ngerti nih istilah2nya.....
davedava
24th August 2008, 22:49
blm pnah nyoba niy..msh sungkan2
night_rider
25th August 2008, 16:06
kok gak ada inpo DC nya nih ???
novrichard
26th August 2008, 16:52
yg gw tau uzbek itu beruang namanya boss,kalo cina itu panda,klo kuda putih apa yah?
GREEN_BERET
16th October 2008, 13:00
kuda putih tuh bule
btw ga enak
bau keringatnya menyengat bngt
meki longgar
anus longgar
bodi kekar
enakan sama panda
mulus,licin,seksi,imut,desahannya seksi
btw ga enak
bau keringatnya menyengat bngt
meki longgar
anus longgar
bodi kekar
enakan sama panda
mulus,licin,seksi,imut,desahannya seksi
h4ndi
17th October 2008, 09:09
setubuh..eh setuju...hehe...enakan panda daripada beruang.....
thapsoro
17th October 2008, 11:44
dc kuda putih 1-1,5 lah ST..Tapi klo dah kenal...bs nego juga tuh
thapsoro
17th October 2008, 11:46
yg keringatnya nyengat tuh turis jl jaksa...gembel bos yg cakep mah.....uenak tenan sensasinya jauh ma panda
dantares
27th November 2008, 20:58
gua pengen nyoba kuda putih nih.
sekedar pengalaman aja krn blm pernah.
sekedar pengalaman aja krn blm pernah.
tommy88
12th April 2009, 13:22
kenapa ya banyak orang penasaran kalau belum pernah ?
kalau sudah pernah eh ketagihan
he he he
kalau sudah pernah eh ketagihan
he he he
tommy88
12th April 2009, 15:53
Ada pangkalan tidak resminya gak ?
Tentunya dengan tarif hemat
Tentunya dengan tarif hemat
Pelacur Impor: Kisah Kuda Putih Berambut Pirang
WANITA muda berkulit putih, berambut pirang, keluar dari sedan Honda Genio hitam yang berhenti di depan pintu hotel bintang tiga, kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Wajahnya yang molek dan bodinya yang aduhai mengundang perhatian karyawan hotel, dini hari Kamis pekan lalu, saat ia berjalan masuk hotel.
Cewek bule itu diantar seorang pria setengah baya, berkulit cokelat gelap. Setelah berbicara dengan resepsionis hotel, mereka masuk lift naik ke lantai III. Wanita berwajah khas Eropa itu masuk kamar. Sedangkan pria yang mengantarnya kembali ke mobil, lalu tancap gas. Setengah jam kemudian, sejumlah pria muda berbadan kekar tiba di hotel tersebut.
Kepada resepsionis hotel, mereka memperkenalkan diri sebagai petugas Pengawasan Orang Asing Direktorat Intelpam Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya. Petugas ini kemudian naik ke lantai III. Mereka mengetuk pintu kamar hotel yang dimasuki cewek bule tadi.
Seorang lelaki klimis berusia sekitar 40 tahun membukakan pintu kamar hotel. Ia hanya mengenakan celana dalam dan bersarung handuk. Tanpa membuang kesempatan, petugas Intel Polda Metro Jaya langsung masuk kamar.
Polisi memergoki cewek bule itu telanjang bulat berbaring di ranjang berseprai putih. Dengan gugup, cewek berambut pirang ini menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang putih mulus. "Tolong saya. Tolong jangan sakiti saya," ujar wanita itu dalam bahasa Inggris, sebagaimana dituturkan seorang perwira Polda Metro Jaya kepada GATRA.
"Mungkin saja dia mengira kami ini penjahat," kata perwira polisi yang menolak disebut namanya itu. Polisi memeriksa wanita tersebut, setelah ia dipersilakan berpakaian. Cewek berusia 20 tahun ini diketahui bernama Shaphina Yehaperina, berasal dari Uzbekistan, pecahan negara Uni Soviet.
Ia datang ke Jakarta sebulan lampau dengan visa turis. Pada saat digaruk polisi, Shaphina hanya memegang fotokopi paspor. Ia bilang kepada petugas, paspor aslinya disimpan agennya yang berkantor di Jalan Sunter Hijau, Jakarta Utara.
Selain itu, Shaphina juga menyatakan, dini hari itu ada seorang kawannya asal Uzbekistan sedang melayani tamu di sebuah hotel, kawasan Kota, Jakarta Barat. Selanjutnya, Kepala Satuan Pengawasan Orang Asing Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi Lucky Hermanto, yang memimpin operasi ini, memecah anggotanya menjadi dua kelompok.
Satu kelompok membawa Shaphina ke Sunter untuk meringkus germo pelacur asing ini. Petugas lainya meluncur ke kawasan Kota, menyergap teman Shaphina. Setiba di hotel yang dituju, petugas mendapati cewek bule berambut pirang keluar dari kamar hotel. "Dia baru selesai melayani tamunya," kata seorang perwira polisi.
Dalam pemeriksaan polisi, cewek itu diketahui bernama Alexandra Yiermakova, gadis Uzbekistan yang masih berumur 18 tahun. Alexandra mengaku dipekerjakan germo yang tinggal di Sunter. Katanya, ia baru sepekan tinggal di Jakarta. Ia ditampung di sebuah apartemen lantai VI, Jalan Sunter Hijau, Jakarta Utara.
Ketika menggerebek apartemen itu, polisi mendapatkan tiga cewek lagi. Mereka adalah Annared Korecheva, 20 tahun, Salakhutdinova, 23 tahun, dan Natalya Dubasona, 26 tahun. Semuanya berasal dari Uzbekistan. Sesungguhnya di tempat itu ada sembilan wanita asal Uzbekistan yang dipekerjakan sebagai pramusyahwat.
Namun, yang tertangkap cuma lima. Empat cewek lainnya sedang di-booking tamunya di beberapa hotel di Jakarta, dan tidak diketahui lokasinya. "Kami memburu mereka sampai subuh tapi tidak tertangkap," kata seorang petugas Polda Metro Jaya.
Di tempat penampungan pelacur asing itu, polisi menemukan empat album foto berisi cewek-cewek yang didatangkan dari berbagai negara. Semuanya berparas cantik dan berpose menatang. Di sisi kiri foto cewek-cewek tersebut tertulis biodata mereka. Dari tinggi badan, berat badan, umur, ukuran bra, makanan favorit, hingga asal negaranya.
Ada yang disebutkan berasal dari Polandia, Rusia, Spanyol, Jerman, Belanda, dan Taiwan. Mereka dipekerjakan PT Abadi Kartika yang berkedok sebagai agen fotomodel, peragawati, dan artis sinetron. Dari album foto yang disita polisi diketahui, jumlah pelacur asing yang dipekerjakan PT Abadi Kartika mencapai 25 orang.
Tarifnya, menurut pengakuan Alexandra, mencapai Rp 3,5 juta per jam. Ongkos itu langsung dibayar tamunya ketika mereka memesan cewek pilihannya lewat album foto yang dilihat. Jadi, para pelacur asing ini tidak menerima bayaran langsung dari tamu. Mereka mengambil bayaran kepada kasir usai mejalankan tugasnya.
Duit yang mereka terima hanya setengah dari tarif resmi yang dipatok germonya. "Tapi, uang tip menjadi milik kami. Ada yang memberi Rp 500.000 hingga Rp 1 juta. Ada juga yang cuma memberi Rp 100.000," kata Alexandra.
Pengakuan senada diungkapkan Shaphina saat diperiksa petugas Polda Metro Jaya. Ia mengaku baru sebulan beroperasi di Jakarta, bersama delapan kawannya dari Uzbekistan. Sebelumnya, gadis berambut pirang berkulit putih ini bekerja di Thailand. Ia meninggalkan Uzbekistan setahun silam, pernah singgah di Thailand, Singapura, Filipina, dan Jepang.
Perjalanan antarnegara para pelacur Uzbekistan ini, menurut Shaphina, diatur agen khusus yang punya jaringan internasional. Tidak selamanya Shaphina dan kawan-kawan beroperasi di Jakarta. "Kontrak kerja saya di Jakarta cuma dua bulan. Setelah selesai, pindah ke negara lain," ujar Shaphina.
Pekerja seks komersial asal Uzbekistan ini di kalangan lelaki Jakarta yang suka "jajan" dijuluki "si kuda putih berambut pirang". Tidak semua pelacur asal Uzbekistan yang digaruk polisi diseret ke pengadilan. Dari lima wanita yang tertangkap, menurut Kadispen Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Anton Bachrul Alam, cuma Shaphina dan Alexandra yang akan diajukan ke pengadilan. "Hanya dua wanita itu yang terbukti melakukan praktek prostitusi," kata Anton Bacrul Alam.
Tiga wanita asal Uzbekistan lainnya akan dideportasi. "Karena tidak cukup bukti untuk menuduh mereka melacur," Anton menegaskan. Sejauh ini, konsumennya, yakni para lelaki hidung belang yang umumnya bapak rumah tangga baik-baik di rumah, masih aman. Tak satu pun yang diproses di pengadilan.
Selain menangkap pelacur asal Uzbekistan, polisi juga meringkus Alu Sinaga, 54 tahun, Direktur PT Abadi Kartika, yang diduga germo yang mengimpor pelacur asing itu. Yeti Ong, 45 tahun, yang bertindak selaku "mami" pengasuh pelacur yang diimpor Alu Sinaga, juga ikut ditahan di Polda Metro Jaya. Bagaimana dengan germo lainnya?
[Heddy Lugito]
[Kriminalitas, GATRA, Nomor 48 Beredar Senin 14 Oktober 2002]
Cewek bule itu diantar seorang pria setengah baya, berkulit cokelat gelap. Setelah berbicara dengan resepsionis hotel, mereka masuk lift naik ke lantai III. Wanita berwajah khas Eropa itu masuk kamar. Sedangkan pria yang mengantarnya kembali ke mobil, lalu tancap gas. Setengah jam kemudian, sejumlah pria muda berbadan kekar tiba di hotel tersebut.
Kepada resepsionis hotel, mereka memperkenalkan diri sebagai petugas Pengawasan Orang Asing Direktorat Intelpam Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya. Petugas ini kemudian naik ke lantai III. Mereka mengetuk pintu kamar hotel yang dimasuki cewek bule tadi.
Seorang lelaki klimis berusia sekitar 40 tahun membukakan pintu kamar hotel. Ia hanya mengenakan celana dalam dan bersarung handuk. Tanpa membuang kesempatan, petugas Intel Polda Metro Jaya langsung masuk kamar.
Polisi memergoki cewek bule itu telanjang bulat berbaring di ranjang berseprai putih. Dengan gugup, cewek berambut pirang ini menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang putih mulus. "Tolong saya. Tolong jangan sakiti saya," ujar wanita itu dalam bahasa Inggris, sebagaimana dituturkan seorang perwira Polda Metro Jaya kepada GATRA.
"Mungkin saja dia mengira kami ini penjahat," kata perwira polisi yang menolak disebut namanya itu. Polisi memeriksa wanita tersebut, setelah ia dipersilakan berpakaian. Cewek berusia 20 tahun ini diketahui bernama Shaphina Yehaperina, berasal dari Uzbekistan, pecahan negara Uni Soviet.
Ia datang ke Jakarta sebulan lampau dengan visa turis. Pada saat digaruk polisi, Shaphina hanya memegang fotokopi paspor. Ia bilang kepada petugas, paspor aslinya disimpan agennya yang berkantor di Jalan Sunter Hijau, Jakarta Utara.
Selain itu, Shaphina juga menyatakan, dini hari itu ada seorang kawannya asal Uzbekistan sedang melayani tamu di sebuah hotel, kawasan Kota, Jakarta Barat. Selanjutnya, Kepala Satuan Pengawasan Orang Asing Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi Lucky Hermanto, yang memimpin operasi ini, memecah anggotanya menjadi dua kelompok.
Satu kelompok membawa Shaphina ke Sunter untuk meringkus germo pelacur asing ini. Petugas lainya meluncur ke kawasan Kota, menyergap teman Shaphina. Setiba di hotel yang dituju, petugas mendapati cewek bule berambut pirang keluar dari kamar hotel. "Dia baru selesai melayani tamunya," kata seorang perwira polisi.
Dalam pemeriksaan polisi, cewek itu diketahui bernama Alexandra Yiermakova, gadis Uzbekistan yang masih berumur 18 tahun. Alexandra mengaku dipekerjakan germo yang tinggal di Sunter. Katanya, ia baru sepekan tinggal di Jakarta. Ia ditampung di sebuah apartemen lantai VI, Jalan Sunter Hijau, Jakarta Utara.
Ketika menggerebek apartemen itu, polisi mendapatkan tiga cewek lagi. Mereka adalah Annared Korecheva, 20 tahun, Salakhutdinova, 23 tahun, dan Natalya Dubasona, 26 tahun. Semuanya berasal dari Uzbekistan. Sesungguhnya di tempat itu ada sembilan wanita asal Uzbekistan yang dipekerjakan sebagai pramusyahwat.
Namun, yang tertangkap cuma lima. Empat cewek lainnya sedang di-booking tamunya di beberapa hotel di Jakarta, dan tidak diketahui lokasinya. "Kami memburu mereka sampai subuh tapi tidak tertangkap," kata seorang petugas Polda Metro Jaya.
Di tempat penampungan pelacur asing itu, polisi menemukan empat album foto berisi cewek-cewek yang didatangkan dari berbagai negara. Semuanya berparas cantik dan berpose menatang. Di sisi kiri foto cewek-cewek tersebut tertulis biodata mereka. Dari tinggi badan, berat badan, umur, ukuran bra, makanan favorit, hingga asal negaranya.
Ada yang disebutkan berasal dari Polandia, Rusia, Spanyol, Jerman, Belanda, dan Taiwan. Mereka dipekerjakan PT Abadi Kartika yang berkedok sebagai agen fotomodel, peragawati, dan artis sinetron. Dari album foto yang disita polisi diketahui, jumlah pelacur asing yang dipekerjakan PT Abadi Kartika mencapai 25 orang.
Tarifnya, menurut pengakuan Alexandra, mencapai Rp 3,5 juta per jam. Ongkos itu langsung dibayar tamunya ketika mereka memesan cewek pilihannya lewat album foto yang dilihat. Jadi, para pelacur asing ini tidak menerima bayaran langsung dari tamu. Mereka mengambil bayaran kepada kasir usai mejalankan tugasnya.
Duit yang mereka terima hanya setengah dari tarif resmi yang dipatok germonya. "Tapi, uang tip menjadi milik kami. Ada yang memberi Rp 500.000 hingga Rp 1 juta. Ada juga yang cuma memberi Rp 100.000," kata Alexandra.
Pengakuan senada diungkapkan Shaphina saat diperiksa petugas Polda Metro Jaya. Ia mengaku baru sebulan beroperasi di Jakarta, bersama delapan kawannya dari Uzbekistan. Sebelumnya, gadis berambut pirang berkulit putih ini bekerja di Thailand. Ia meninggalkan Uzbekistan setahun silam, pernah singgah di Thailand, Singapura, Filipina, dan Jepang.
Perjalanan antarnegara para pelacur Uzbekistan ini, menurut Shaphina, diatur agen khusus yang punya jaringan internasional. Tidak selamanya Shaphina dan kawan-kawan beroperasi di Jakarta. "Kontrak kerja saya di Jakarta cuma dua bulan. Setelah selesai, pindah ke negara lain," ujar Shaphina.
Pekerja seks komersial asal Uzbekistan ini di kalangan lelaki Jakarta yang suka "jajan" dijuluki "si kuda putih berambut pirang". Tidak semua pelacur asal Uzbekistan yang digaruk polisi diseret ke pengadilan. Dari lima wanita yang tertangkap, menurut Kadispen Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Anton Bachrul Alam, cuma Shaphina dan Alexandra yang akan diajukan ke pengadilan. "Hanya dua wanita itu yang terbukti melakukan praktek prostitusi," kata Anton Bacrul Alam.
Tiga wanita asal Uzbekistan lainnya akan dideportasi. "Karena tidak cukup bukti untuk menuduh mereka melacur," Anton menegaskan. Sejauh ini, konsumennya, yakni para lelaki hidung belang yang umumnya bapak rumah tangga baik-baik di rumah, masih aman. Tak satu pun yang diproses di pengadilan.
Selain menangkap pelacur asal Uzbekistan, polisi juga meringkus Alu Sinaga, 54 tahun, Direktur PT Abadi Kartika, yang diduga germo yang mengimpor pelacur asing itu. Yeti Ong, 45 tahun, yang bertindak selaku "mami" pengasuh pelacur yang diimpor Alu Sinaga, juga ikut ditahan di Polda Metro Jaya. Bagaimana dengan germo lainnya?
[Heddy Lugito]
[Kriminalitas, GATRA, Nomor 48 Beredar Senin 14 Oktober 2002]
Senin, 17 Agustus 2009
Video Porno Mirip Dirinya Beredar, Manohara Tuding Kerajaan Kelantan
detik.com - Senin, Agustus 17 Beberapa bulan terakhir, sebuah video yang cukup menghebohkan beredar di dunia maya. Video tersebut memperlihatkan seorang perempuan tengah berdiri dalam keadaan bugil. Wajah perempuan tersebut tak terlihat jelas, namun dalam judul video tertulis nama Manohara.
Saat dikonfirmasi, Manohara tetap tenang. Dengan santai ia menjelaskan bahwa perempuan di video tersebut bukan dirinya.
"Itu kebetulan mirip Mano," tegasnya saat ditemui di Rumah Sakit Dharmais di Jl . Letjen S. Parman Kav. 84-86 Slipi Jakarta, Minggu (16/8/2009).
Perempuan bertubuh sintal itu mengaku belum pernah melihat video tersebut. Namun baginya peredaran video tersebut bukan masalah besar karena itu bukan dirinya.
Mano sapaan akrabnya juga percaya bahwa Kerajaan Kelantan-lah yang merupakan dalang dari peredaran video tersebut. Menurutnya itu adalah usaha dari Tengku Fakhry suaminya, untuk memperburuk citra, serta mengalihkan kasusnya.
"Saya percaya itu dari pihak Kelantan. Dari kemarin (mereka) terus saja mencari-cari cara untuk mengalihkan (kasus)," ujar Mano lagi.
Saat dikonfirmasi, Manohara tetap tenang. Dengan santai ia menjelaskan bahwa perempuan di video tersebut bukan dirinya.
"Itu kebetulan mirip Mano," tegasnya saat ditemui di Rumah Sakit Dharmais di Jl . Letjen S. Parman Kav. 84-86 Slipi Jakarta, Minggu (16/8/2009).
Perempuan bertubuh sintal itu mengaku belum pernah melihat video tersebut. Namun baginya peredaran video tersebut bukan masalah besar karena itu bukan dirinya.
Mano sapaan akrabnya juga percaya bahwa Kerajaan Kelantan-lah yang merupakan dalang dari peredaran video tersebut. Menurutnya itu adalah usaha dari Tengku Fakhry suaminya, untuk memperburuk citra, serta mengalihkan kasusnya.
"Saya percaya itu dari pihak Kelantan. Dari kemarin (mereka) terus saja mencari-cari cara untuk mengalihkan (kasus)," ujar Mano lagi.
Sabtu, 08 Agustus 2009
FR: exe 2 mahasiswi PTN & PTS
mahasiswi PTN
jumat kemaren ane ketemu ama salah satu buruan yg ane dapetin di chit-chat di FB...
janjian ketemu di depan kampus didaerah setiabudi...
biar deket ke tempat exe,,
awal ketemu sih ane rada kecewa sih karna bodynya rada subur...
karna pic2nya di fb cuma wajahnya doang nggak closeup seluruh badan..
tp tampangnya lumayan manis,,ngak jauh beda ama di picnya,,
ane kirain nih ce pasti kayak gedebong pisang mainnya,,soalnya pas ngobrol2 gitu rada pemalu,,tetapi pas di ranjangnya binal bgt,,
diawali ama kissing,,,gak brp lama tuh ce langsung nyambar otong yg masih sembunyi dicelana,,bj enak bgt abis semua dijilatin ampe ke akar2nya...
pasang caps ,,,dimulai dengan gaya mot.wot,dogy,balik ke mot lg..trus gaya dipinggir ranjang ane berdiri dia tiduran...dah pegel2 nih dengkul
akhirnya ane minta di bjin ajah biar cepet ngecrotnya,,,
bisa cim,,,,ampir ajah peju ane ditelen,,,
ane suruh muntahin,,,nggak tega liat calon anak dimakan ama dia,,
kalau nempel2 di dinding wc sih masih bisa dimaklumin
ngobrol2 bentar buat ngumpulin energi,,rencana sih cuma 1 kali doang
abis capekk,,,
eeeeee,,,ce ini mulai balai2 otong lg,,,trus minta jatah yg ke dua..
ane bilangin masih capek,,sekali ajah yah,,,nih ce langsung pake wajah ngambek...
nggak tega liatnya,,ane suruh ajah bj otong lg biar bediri lg..
FJnya ampir sama ama yg pertama,,tp yg kedua ini kepaksa rusuh karna dah ampir jam chekoutnya
nggak cukup waktu transit 4 jam buat exe nih ce
pas mau pulang si neng ngomong,,entar nginap ajah yahh..dia bakal2 ngatur strategi ke orang di rmh agar bisa nginap...
wahh mampus deh gw pas dengernya
mahasiswi PTS
ketemu pas hari senin sekitar jam 7an ane jemput di kampusnya didaerah cikutra
nih ce imut2 trus lucu dengan gigi kelincinya,,,
trus ane bawa deh ke tempat exe favorit
exenya ampir sama dengan yg diatas
yg ronde ke 2nya cenya yg nagih duluan
Overall score board
Neng PTN
Face = 7 lumayan manis
Body Fit = bbw dengan toked melon bangkok
BJ = 8 bisa cim
FJ = 8 berbagai gaya dijabanin
DC = 51.000 (transit hotel)
Neng PTS
Face = 6
Body Fit = kecil imoet2
BJ-HJ = 7
FJ = 7
DC = 51.000 (transit hotel) +40.000 buat makan2 di hotel
sekian dulu laporan dr newbi...trmksh
maaf tidak bawa pic sebagai oleh2
Di atas/bawah ini hanya kisah "Dunia Sex" anak-anak manusia di Indonesia.
Jangan ditiru ... Banyak Penyakit ... Buang-buang Uang ...
Menikahlah yang sah sesuai ajaran orang tua.
jumat kemaren ane ketemu ama salah satu buruan yg ane dapetin di chit-chat di FB...
janjian ketemu di depan kampus didaerah setiabudi...
biar deket ke tempat exe,,
awal ketemu sih ane rada kecewa sih karna bodynya rada subur...
karna pic2nya di fb cuma wajahnya doang nggak closeup seluruh badan..
tp tampangnya lumayan manis,,ngak jauh beda ama di picnya,,
ane kirain nih ce pasti kayak gedebong pisang mainnya,,soalnya pas ngobrol2 gitu rada pemalu,,tetapi pas di ranjangnya binal bgt,,
diawali ama kissing,,,gak brp lama tuh ce langsung nyambar otong yg masih sembunyi dicelana,,bj enak bgt abis semua dijilatin ampe ke akar2nya...
pasang caps ,,,dimulai dengan gaya mot.wot,dogy,balik ke mot lg..trus gaya dipinggir ranjang ane berdiri dia tiduran...dah pegel2 nih dengkul
akhirnya ane minta di bjin ajah biar cepet ngecrotnya,,,
bisa cim,,,,ampir ajah peju ane ditelen,,,
ane suruh muntahin,,,nggak tega liat calon anak dimakan ama dia,,
kalau nempel2 di dinding wc sih masih bisa dimaklumin
ngobrol2 bentar buat ngumpulin energi,,rencana sih cuma 1 kali doang
abis capekk,,,
eeeeee,,,ce ini mulai balai2 otong lg,,,trus minta jatah yg ke dua..
ane bilangin masih capek,,sekali ajah yah,,,nih ce langsung pake wajah ngambek...
nggak tega liatnya,,ane suruh ajah bj otong lg biar bediri lg..
FJnya ampir sama ama yg pertama,,tp yg kedua ini kepaksa rusuh karna dah ampir jam chekoutnya
nggak cukup waktu transit 4 jam buat exe nih ce
pas mau pulang si neng ngomong,,entar nginap ajah yahh..dia bakal2 ngatur strategi ke orang di rmh agar bisa nginap...
wahh mampus deh gw pas dengernya
mahasiswi PTS
ketemu pas hari senin sekitar jam 7an ane jemput di kampusnya didaerah cikutra
nih ce imut2 trus lucu dengan gigi kelincinya,,,
trus ane bawa deh ke tempat exe favorit
exenya ampir sama dengan yg diatas
yg ronde ke 2nya cenya yg nagih duluan
Overall score board
Neng PTN
Face = 7 lumayan manis
Body Fit = bbw dengan toked melon bangkok
BJ = 8 bisa cim
FJ = 8 berbagai gaya dijabanin
DC = 51.000 (transit hotel)
Neng PTS
Face = 6
Body Fit = kecil imoet2
BJ-HJ = 7
FJ = 7
DC = 51.000 (transit hotel) +40.000 buat makan2 di hotel
sekian dulu laporan dr newbi...trmksh
maaf tidak bawa pic sebagai oleh2
Di atas/bawah ini hanya kisah "Dunia Sex" anak-anak manusia di Indonesia.
Jangan ditiru ... Banyak Penyakit ... Buang-buang Uang ...
Menikahlah yang sah sesuai ajaran orang tua.
Mahasisiwi yang ditawarin Bro Badgie
sebelumnya gw ucapin trimakasih buat bro Badgie yang udh berbaik hati share doi ke nubie.
rabu tgl 22 kemaren nubie smsan sama doi janji mw exe doi, but unfortunately nubie kepentok meeting smpe jam 8 mlm SH**,.. ywd gw sms doi bwt batalin n kamis nya janjian di BI*
jam 6 malem nubie ketemu sama doi di BI*, face nya lumayan 7,5 lgsg nubie bawa ke Hotel didaerah Setiabudi.skip skip
mulai pertempuran,wheeeew BJ doi mantap bro,tapi sayang nya doi ngga mw fingering,g biasa kata nya , tapi pas nubie raba sedikit trus jari nubie kecium bau kampas rem,...walaaaah jd aga ilfeel dah,..tapi hajar trus lah,..doi lumayan ngegrip tapi g mw di kiss leher nya jd cuma FK aja, mantap FK nya nubie serasa pacar doi
overall
Face : 7,5
Boops : 34A kaya nya ( sayang udh kendor) jam terbang nya udh tinggi x
BJ : 8
FJ : 8
DC : lumayan dikasi harga spesial sama doi
abis exe doi crita2 katanya udh maen 2x sama anak forum kang elang sama ayangbdg katanya,..nubie blg wah forum apaan?g tau,..doi bilang owh kirain anak forum juga
soalnya ketemu sama anak forum rame2 kang alex bawa ce 3 katanya,.. wheeeeew mudah mudahan nubie bisa dapet lungsuran dari senior2 semua...sekian report dari nubie maaf y klo belepotan nulis nya
Di atas/bawah ini hanya kisah "Dunia Sex" anak-anak manusia di Indonesia.
Jangan ditiru ... Banyak Penyakit ... Buang-buang Uang ...
Menikahlah yang sah sesuai ajaran orang tua.
rabu tgl 22 kemaren nubie smsan sama doi janji mw exe doi, but unfortunately nubie kepentok meeting smpe jam 8 mlm SH**,.. ywd gw sms doi bwt batalin n kamis nya janjian di BI*
jam 6 malem nubie ketemu sama doi di BI*, face nya lumayan 7,5 lgsg nubie bawa ke Hotel didaerah Setiabudi.skip skip
mulai pertempuran,wheeeew BJ doi mantap bro,tapi sayang nya doi ngga mw fingering,g biasa kata nya , tapi pas nubie raba sedikit trus jari nubie kecium bau kampas rem,...walaaaah jd aga ilfeel dah,..tapi hajar trus lah,..doi lumayan ngegrip tapi g mw di kiss leher nya jd cuma FK aja, mantap FK nya nubie serasa pacar doi
overall
Face : 7,5
Boops : 34A kaya nya ( sayang udh kendor) jam terbang nya udh tinggi x
BJ : 8
FJ : 8
DC : lumayan dikasi harga spesial sama doi
abis exe doi crita2 katanya udh maen 2x sama anak forum kang elang sama ayangbdg katanya,..nubie blg wah forum apaan?g tau,..doi bilang owh kirain anak forum juga
soalnya ketemu sama anak forum rame2 kang alex bawa ce 3 katanya,.. wheeeeew mudah mudahan nubie bisa dapet lungsuran dari senior2 semua...sekian report dari nubie maaf y klo belepotan nulis nya
Di atas/bawah ini hanya kisah "Dunia Sex" anak-anak manusia di Indonesia.
Jangan ditiru ... Banyak Penyakit ... Buang-buang Uang ...
Menikahlah yang sah sesuai ajaran orang tua.
Jumat, 07 Agustus 2009
Ibunda Manohara Dituduh Menipu Rp 664 Miliar
Okezone Jum'at, 7 Agustus 2009 JAKARTA - Ibunda Manohara, Daisy Fajarina, dituduh menipu rekan bisnisnya dalam berbisnis tas. Daisy menipu 47 ribu Euro atau sekira Rp664 miliar.
"Daisy Fajarina terlibat penipuan di Indonesia. Ada bukti email Daisy meminta maaf kepada Sony Cahyo Laksono (korban Daisy). Uang Sony yang dipakai Daisy sebesar 47 ribu Euro," beber Bobby Manalu, kuasa hukum mantan pembantu Daisy, Shaliha Lanti, di Komnas Perempuan, Jalan Latuharhari 4B, Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2009).
Daisy dan Sony semula merupakan rekan bisnis. Sony pemilik butik tas Hermes dan Daisy sering mengambil tas yang dibayarnya belakangan.
"Setelah sekian lama, Daisy malah tidak dibayar. Daisy memang orang yang banyak masalah," lanjutnya.
Menurut Bobby, pada 6 Agustus 2009, Daisy sudah dipanggil polisi untuk diperiksa terkait kasus penipuan terhadap Sony. Tapi dia mangkir dengan alasan sakit. Hanya kuasa hukumnya yang datang.
"Pada 13 Agustus nanti ada panggilan kedua untuk kasus Sony. Jika Daisy tidak datang, dia bisa dipanggil paksa," tandasnya. (ang)
"Daisy Fajarina terlibat penipuan di Indonesia. Ada bukti email Daisy meminta maaf kepada Sony Cahyo Laksono (korban Daisy). Uang Sony yang dipakai Daisy sebesar 47 ribu Euro," beber Bobby Manalu, kuasa hukum mantan pembantu Daisy, Shaliha Lanti, di Komnas Perempuan, Jalan Latuharhari 4B, Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2009).
Daisy dan Sony semula merupakan rekan bisnis. Sony pemilik butik tas Hermes dan Daisy sering mengambil tas yang dibayarnya belakangan.
"Setelah sekian lama, Daisy malah tidak dibayar. Daisy memang orang yang banyak masalah," lanjutnya.
Menurut Bobby, pada 6 Agustus 2009, Daisy sudah dipanggil polisi untuk diperiksa terkait kasus penipuan terhadap Sony. Tapi dia mangkir dengan alasan sakit. Hanya kuasa hukumnya yang datang.
"Pada 13 Agustus nanti ada panggilan kedua untuk kasus Sony. Jika Daisy tidak datang, dia bisa dipanggil paksa," tandasnya. (ang)
Minggu, 02 Agustus 2009
Film Tandingan Manohara Tayang di 4 Negara
Rabu, 29 Juli 2009 JAKARTA - Tak tanggung-tanggung, film tandingan Manohara yang berjudul Prahara Cinta Sang Pangeran akan ditayangkan di empat negara serumpun, yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam.
"Kami inginnya 7 Desember sudah tayang bertepatan dengan tahun baru hijriyah. Film ini akan tayang di empat negara yang kebetulan memiliki kultur sama," kata penulis skenario merangkap sutradara, Kardy Sayid, saat jumpa pers di Galeri Cafe Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Rabu (29/7/2009).
Kalau tidak bisa tayang pada 7 Desember, film yang diproduseri oleh Sultan Saladin ini akan ditayangkan bertepatan dengan perayaan Hari Valentine 14 Februari 2010. "Tetapi kita berharap tayangnya 2009," tukasnya.
Film yang berlatar belakang cerita percintaan Tengku Fakhry dengan Manohara ini akan mulai syuting setelah lebaran. "Agustus mulai merampungkan seluruh skenario, kru, casting, hunting dana, dan tempat, biar melihat masalah ini lebih dalam," papar Kardy.
Lebih lanjut produser Sultan Saladin menambahkan, dia tidak ingin casting dikebut selama dua minggu. Mengenai aktor yang akan memerankan Tengku Fakhry, sudah ada aktor Malaysia yang akan memerankannya tanpa melalui casting.
"Kalau pemeran Manohara harus casting. Kalau saya ingin wanit yang tidak begitu jauhlah, misalnya Cinta Laura, karena dia blasteran," ungkap Sultan.
Selain itu, kata dia, pemeran yang punya nama lebih mudah untuk mendukung film ini. "Itu kalau dari saya, tapi enggak tahu sutradaranya. Kita berusaha seobjektif mungkin dalam film ini," tandas Sultan.(nov) (uky)
"Kami inginnya 7 Desember sudah tayang bertepatan dengan tahun baru hijriyah. Film ini akan tayang di empat negara yang kebetulan memiliki kultur sama," kata penulis skenario merangkap sutradara, Kardy Sayid, saat jumpa pers di Galeri Cafe Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Rabu (29/7/2009).
Kalau tidak bisa tayang pada 7 Desember, film yang diproduseri oleh Sultan Saladin ini akan ditayangkan bertepatan dengan perayaan Hari Valentine 14 Februari 2010. "Tetapi kita berharap tayangnya 2009," tukasnya.
Film yang berlatar belakang cerita percintaan Tengku Fakhry dengan Manohara ini akan mulai syuting setelah lebaran. "Agustus mulai merampungkan seluruh skenario, kru, casting, hunting dana, dan tempat, biar melihat masalah ini lebih dalam," papar Kardy.
Lebih lanjut produser Sultan Saladin menambahkan, dia tidak ingin casting dikebut selama dua minggu. Mengenai aktor yang akan memerankan Tengku Fakhry, sudah ada aktor Malaysia yang akan memerankannya tanpa melalui casting.
"Kalau pemeran Manohara harus casting. Kalau saya ingin wanit yang tidak begitu jauhlah, misalnya Cinta Laura, karena dia blasteran," ungkap Sultan.
Selain itu, kata dia, pemeran yang punya nama lebih mudah untuk mendukung film ini. "Itu kalau dari saya, tapi enggak tahu sutradaranya. Kita berusaha seobjektif mungkin dalam film ini," tandas Sultan.(nov) (uky)
'Prahara Cinta Sang Pangeran', Film Tandingan Film Manohara
Rabu, 29 Juli 2009 Okezone JAKARTA - Dalam waktu dekat, cerita tandingan Manohara akan mulai digarap dalam sebuah layar lebar. Film berjudul Prahara Cinta Sang Pangeran ini kabarnya mendapat bantuan dari suami Manohara, Pangeran Kelantan Tengku Muhammad Fakhry.
Mengapa film ini baru muncul setelah cerita Manohara ditayangkan di layar kaca? Menurut penulis skenario yang juga strudara film tersebut, Kardy Sayid, saat ini adalah momentum yang tepat lantaran kasus Manohara masih menjadi perbincangan hangat di infotaiment.
"Kita jujur saat ini momen yang tepat. Sebagai orang film tentu kita juga tidak mau rugi. Jadi memang kita kejar momentum Manohara yang sedang marak saat ini," kata dia saat menggelar konferensi pers di Galeri Cafe Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Rabu (29/7/2009).
Sebagai tandingan cerita Manohara, Kardy menegaskan ide asli film ini adalah dari Indonesia. Akibat menggali cerita dari sisi yang berbeda, dia mengakui kesulitan mencari investor untuk membiayai pembuatan film ini.
"Kita kesulitan mencari investor. Mereka tidak berani berinvestasi di film ini karena takut nanti dibilang tidak nasionalis," kata Kardy.
Apakah ada bantuan dari Tengku Fakhry dalam penggarapan film ini? Diakui penulis skenario, dirinya memang sengaja datang ke Kelantan, Malaysia, untuk bertemu suami Manohara tersebut.
"Kami datang ke Malaysia pada 12-14 Juli kemarin dan bertemu dengan Tengku Fakhry. Dia kaget dan bilang ke kita bahwa sedetikpun dia tidak terpikir untuk dibuatkan film," papar Kardy.
Lebih lanjut ditambahkannya, Tengku Fakhry memberikan dukungan dengan mengizinkan fasilitas yang dimiliknya untuk digunakan untuk penggarapan film ini.
"Semua boleh. Tapi yang perlu dicatat, dukungan dia bukan berupa Ringgit. Nanti kalau dukungannya berupa uang, film ini akan dibilang untuk kepentingan dia dan dia tidak mau itu," tegas Kardy.(nov)
(uky)
Mengapa film ini baru muncul setelah cerita Manohara ditayangkan di layar kaca? Menurut penulis skenario yang juga strudara film tersebut, Kardy Sayid, saat ini adalah momentum yang tepat lantaran kasus Manohara masih menjadi perbincangan hangat di infotaiment.
"Kita jujur saat ini momen yang tepat. Sebagai orang film tentu kita juga tidak mau rugi. Jadi memang kita kejar momentum Manohara yang sedang marak saat ini," kata dia saat menggelar konferensi pers di Galeri Cafe Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Rabu (29/7/2009).
Sebagai tandingan cerita Manohara, Kardy menegaskan ide asli film ini adalah dari Indonesia. Akibat menggali cerita dari sisi yang berbeda, dia mengakui kesulitan mencari investor untuk membiayai pembuatan film ini.
"Kita kesulitan mencari investor. Mereka tidak berani berinvestasi di film ini karena takut nanti dibilang tidak nasionalis," kata Kardy.
Apakah ada bantuan dari Tengku Fakhry dalam penggarapan film ini? Diakui penulis skenario, dirinya memang sengaja datang ke Kelantan, Malaysia, untuk bertemu suami Manohara tersebut.
"Kami datang ke Malaysia pada 12-14 Juli kemarin dan bertemu dengan Tengku Fakhry. Dia kaget dan bilang ke kita bahwa sedetikpun dia tidak terpikir untuk dibuatkan film," papar Kardy.
Lebih lanjut ditambahkannya, Tengku Fakhry memberikan dukungan dengan mengizinkan fasilitas yang dimiliknya untuk digunakan untuk penggarapan film ini.
"Semua boleh. Tapi yang perlu dicatat, dukungan dia bukan berupa Ringgit. Nanti kalau dukungannya berupa uang, film ini akan dibilang untuk kepentingan dia dan dia tidak mau itu," tegas Kardy.(nov)
(uky)
Ibunda Manohara Mengaku Memergoki Suaminya Memperkosa Shaliha bukan Pura-pura diam saja
Okezone Kamis, 30 Juli 2009 Johan Sompotan - Okezone JAKARTA - Ibunda Manohara, Daisy Fajarina mengakui suaminya, Pinoet pernah memperkosa Shaliha Lanti saat berada di Prancis. Bahkan, dia mengaku melihat perbuatan bejat tersebut.
Hal tersebut diungkapkan Daisy Fajarina saat jumpa pers di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (29/7/2009).
"Saat melihat mereka melakukan maksiat, saya malah mundur, takut dia (Shaliha) trauma. Saya pura-pura menggil dia (Shaliha). Akhinya dia keluar kamar. Dia memeluk saya sembari menangis dan saya pun ikut menangis. Saya bilang Bapak, kamu harus tanggung jawab kalau suka sama suka," paparnya.
Kemudian, Daisy pun memberikan waktu kepada suaminya dan Shaliha untuk berpikir bagaimana tindakan selanjutnya. Dia pun kembali ke Indonesia. "Setelah tiga hari saya melihat Shaliha histeris," katanya.
Selanjutnya, Pengadilan Prancis pun menjatuhi hukuman 30 ribu euro dan penjara 4 bulan kepada suaminya. Daisy pun dijatuhi hukuman 18 bulan.
Daisy beralasan hukuman tersebut dijatuhkan kepadanya karena dia tidak melakukan pembelaan diri. "Saya tidak melakukan apapun," tegasnya.
(uky)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berit
Hal tersebut diungkapkan Daisy Fajarina saat jumpa pers di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (29/7/2009).
"Saat melihat mereka melakukan maksiat, saya malah mundur, takut dia (Shaliha) trauma. Saya pura-pura menggil dia (Shaliha). Akhinya dia keluar kamar. Dia memeluk saya sembari menangis dan saya pun ikut menangis. Saya bilang Bapak, kamu harus tanggung jawab kalau suka sama suka," paparnya.
Kemudian, Daisy pun memberikan waktu kepada suaminya dan Shaliha untuk berpikir bagaimana tindakan selanjutnya. Dia pun kembali ke Indonesia. "Setelah tiga hari saya melihat Shaliha histeris," katanya.
Selanjutnya, Pengadilan Prancis pun menjatuhi hukuman 30 ribu euro dan penjara 4 bulan kepada suaminya. Daisy pun dijatuhi hukuman 18 bulan.
Daisy beralasan hukuman tersebut dijatuhkan kepadanya karena dia tidak melakukan pembelaan diri. "Saya tidak melakukan apapun," tegasnya.
(uky)
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berit
Tidak Tuntut Shaliha, Daisy Fajarina Incar Ratna Sarumpaet
Kamis, 30 Juli 2009 Johan Sompotan - Okezone JAKARTA - Dilaporkan ke polisi oleh mantan pembantunya, tak membuat ibunda Manohara menuntut balik Shaliha. Dia malah mengaku, mengincar Ratna Sarumpaet cs.
"Saya urus dia (Shaliha) dari kecil. Saya tidak tega sebagai ibunya. Saya tidak akan tuntut apapun ke Shaliha. Yang saya tuntut Ratna dan lain-lain. Karena tak tahu masalahnya," kata Daisy saat jumpa pers di Hotel Sultan, Jakarta,. Rabu (29/7/2009).
Menurut Daisy, Shaliha adalah korban dari Kerajaan Kelantan untuk menyerang dirinya. Bahkan, dia mendapat informasi bahwa Kerajaan Kelantan lah yang menyuruh Shaliha untuk melaporkan Daisy ke polisi.
"Saya dengar, Kelantan yang menyuruh Shaliha untuk lapor ke polisi," paparnya.
Daisy sendiri mengaku kecewa dengan tindakan wanita yang sudah dianggapnya sebagai anak sendiri itu. "Saya luka banget, mungkin ini takdir tante," pungkasnya.
(uky)
"Saya urus dia (Shaliha) dari kecil. Saya tidak tega sebagai ibunya. Saya tidak akan tuntut apapun ke Shaliha. Yang saya tuntut Ratna dan lain-lain. Karena tak tahu masalahnya," kata Daisy saat jumpa pers di Hotel Sultan, Jakarta,. Rabu (29/7/2009).
Menurut Daisy, Shaliha adalah korban dari Kerajaan Kelantan untuk menyerang dirinya. Bahkan, dia mendapat informasi bahwa Kerajaan Kelantan lah yang menyuruh Shaliha untuk melaporkan Daisy ke polisi.
"Saya dengar, Kelantan yang menyuruh Shaliha untuk lapor ke polisi," paparnya.
Daisy sendiri mengaku kecewa dengan tindakan wanita yang sudah dianggapnya sebagai anak sendiri itu. "Saya luka banget, mungkin ini takdir tante," pungkasnya.
(uky)
Daisy Bantah Suruh Pembantu Minum Air Kencing
Kamis, 30 Juli 2009 Johan Sompotan - Okezone JAKARTA - Daisy Fajarina, ibunda Manohara, membantah menyuruh eks pembantunya Shaliha untuk meminum air kencing. Dia justru menganggap Shaliha sudah seperti anaknya sendiri.
"Itu hanya halusinasi dia. Masalah visum pun bisa dibuat kapan saja. Gak mungkin saya buat seperti itu," kata Daisy saat jumpa pers di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (29/7/2009).
Mengenai 9 tahun tidak digaji, Daisy mengaku tidak pernah menganggap Shaliha sebagai pembantu. Bahkan, dia menganggap Shaliha seperti anak. "Saat mau disekolahkan di Prancis, dia malah tak mau sekolah," katanya.
Melihat pengaduan Shaliha, Daisy merasa dikhianati oleh orang yang sudah dianggapnya seperti anak. "Saya luka banget. Ini mungkin sudah takdir tante," katanya.
Kuasa hukum Daisy, Farhat Abbas mengaku belum mau menanggapi pengaduan yang dilakukan Shaliha ke polisi. Dia mengaku akan fokus terlebih dahulu, menghadapi siding perdana perceraian Manohara dan Tengku Muhammad Fakhry.
(uky)
"Itu hanya halusinasi dia. Masalah visum pun bisa dibuat kapan saja. Gak mungkin saya buat seperti itu," kata Daisy saat jumpa pers di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (29/7/2009).
Mengenai 9 tahun tidak digaji, Daisy mengaku tidak pernah menganggap Shaliha sebagai pembantu. Bahkan, dia menganggap Shaliha seperti anak. "Saat mau disekolahkan di Prancis, dia malah tak mau sekolah," katanya.
Melihat pengaduan Shaliha, Daisy merasa dikhianati oleh orang yang sudah dianggapnya seperti anak. "Saya luka banget. Ini mungkin sudah takdir tante," katanya.
Kuasa hukum Daisy, Farhat Abbas mengaku belum mau menanggapi pengaduan yang dilakukan Shaliha ke polisi. Dia mengaku akan fokus terlebih dahulu, menghadapi siding perdana perceraian Manohara dan Tengku Muhammad Fakhry.
(uky)
Ibunda Manohara dituduh Pernah Paksa Pembantu Minum Air Kencing
Okezone Jum'at, 24 Juli 2009 Elang Riki Yanuar JAKARTA - Ibunda Manohara Odelia Pinot, Daisy Fajarina, pernah memaksa pembantunya, Shaliha Lanti, meminum air kencing. Itu terjadi ketika mereka masih menetap di Prancis.

Shaliha datang ke Indonesia dan meminta bantuan untuk menghukum Daisy atas tuduhan penganiayaan dan percobaan perkosaan. Shaliha didampingi pengacara Fredrik J Pinakunary telah melapor ke Bareskrim Mabes Polri, Kamis, 23 Juli 2009, dengan nomor laporan TBL/203/VII/2009/Siaga-1.
Shaliha juga meminta bantuan kepada Ratna Sarumpaet Crisis Centre yang konsen terhadap masalah HAM, khususnya yang menimpa kaum perempuan.
Kepada Ratna, Shaliha mengadu pernah dipaksa Daisy meminum air kencing Daisy. Itu terjadi pada 27 Maret 2007 di Prancis.
"Shaliha coba diperkosa oleh suami Daisy, Reiner Pinot, dan Daisy tahu itu. Tidak ada itikad baik dari Daisy untuk menolong, malah dia menyiksa Shaliha. Daisy menendang perut Shaliha dan menyuruh minum air kencing Daisy," beber Ratna dalam jumpa pers di Restoran Sari Kuring, Kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis (23/7/2009).
Bukan hanya itu bentuk penganiayaan dan pelecehan terhadap Shaliha.
"Daisy melakukan masturbasi sendiri, kemudian tangan yang dia gunakan untuk masturbasi dimasukkan ke mulut Shaliha dengan paksa. Jadi, saya pikir Daisy dihantui kegilaan. Bahkan media Prancis menyebut tindakan Daisy ini merupakan perbudakan modern," tandasnya. (ang)

Shaliha datang ke Indonesia dan meminta bantuan untuk menghukum Daisy atas tuduhan penganiayaan dan percobaan perkosaan. Shaliha didampingi pengacara Fredrik J Pinakunary telah melapor ke Bareskrim Mabes Polri, Kamis, 23 Juli 2009, dengan nomor laporan TBL/203/VII/2009/Siaga-1.
Shaliha juga meminta bantuan kepada Ratna Sarumpaet Crisis Centre yang konsen terhadap masalah HAM, khususnya yang menimpa kaum perempuan.
Kepada Ratna, Shaliha mengadu pernah dipaksa Daisy meminum air kencing Daisy. Itu terjadi pada 27 Maret 2007 di Prancis.
"Shaliha coba diperkosa oleh suami Daisy, Reiner Pinot, dan Daisy tahu itu. Tidak ada itikad baik dari Daisy untuk menolong, malah dia menyiksa Shaliha. Daisy menendang perut Shaliha dan menyuruh minum air kencing Daisy," beber Ratna dalam jumpa pers di Restoran Sari Kuring, Kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis (23/7/2009).
Bukan hanya itu bentuk penganiayaan dan pelecehan terhadap Shaliha.
"Daisy melakukan masturbasi sendiri, kemudian tangan yang dia gunakan untuk masturbasi dimasukkan ke mulut Shaliha dengan paksa. Jadi, saya pikir Daisy dihantui kegilaan. Bahkan media Prancis menyebut tindakan Daisy ini merupakan perbudakan modern," tandasnya. (ang)
Ibunda Manohara diduga Kabur dari Hukuman di Prancis
Okezone 24 Juli 2009 Elang Riki Yanuar JAKARTA - Ibunda Manohara Odelia Pinot, Daisy Fajarina, dituding mantan pembantunya, Shaliha Lanti, telah melarikan diri dari jerat hukuman di Prancis.
Menurut pengacara Shaliha, Fredrik J Pinakunary, Pengadilan Negeri Grasse di Prancis telah menjatuhkan hukuman kepada Reiner Noack Pinot selama empat bulan atas tuduhan melakukan penyerangan seksual terhadap Shaliha. Pinot telah menjalani hukuman itu.
Dalam putusan No 1251/08SM tertanggal 21 April 2008 dengan hakim ketua Mr Joando, Daisy dijatuhi hukuman 18 bulan karena tidak memberi imbalan atas pekerjaan kepada orang yang lemah, dalam hal ini Shaliha.
Selain itu Daisy juga menyebabkan orang dalam keadaan lemah atau tergantung dengan pekerjaan yang tidak sesuai dengan harkat martabat manusia.
"Mereka dikenai ganti rugi sebesar 15.000 Euro ditambah biaya perkara 1.000 Euro. Tapi Daisy saat sidang sudah keburu kabur," jelas Fredrik dalam jumpa pers di Restoran Sari Kuring, Kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis (23/7/2009).
Shaliha tidak puas karena Daisy belum menjalani hukuman. Oleh karena itu dia datang ke Indonesia mengejar Daisy.
"Kami akan mengupayakan tindak pidana penganiayaan kepada Shaliha oleh Daisy. Jadi pidananya saja dulu, perdatanya akan kami urus nanti. Yang penting kami berusaha agar Daisy dipenjarakan karena tindakannya terhadap Shaliha atau Daisy harus menjalani hukuman di Prancis. Bahkan kita juga bisa saja mengupayakan ekstradisi," tandasnya. (ang)
Menurut pengacara Shaliha, Fredrik J Pinakunary, Pengadilan Negeri Grasse di Prancis telah menjatuhkan hukuman kepada Reiner Noack Pinot selama empat bulan atas tuduhan melakukan penyerangan seksual terhadap Shaliha. Pinot telah menjalani hukuman itu.
Dalam putusan No 1251/08SM tertanggal 21 April 2008 dengan hakim ketua Mr Joando, Daisy dijatuhi hukuman 18 bulan karena tidak memberi imbalan atas pekerjaan kepada orang yang lemah, dalam hal ini Shaliha.
Selain itu Daisy juga menyebabkan orang dalam keadaan lemah atau tergantung dengan pekerjaan yang tidak sesuai dengan harkat martabat manusia.
"Mereka dikenai ganti rugi sebesar 15.000 Euro ditambah biaya perkara 1.000 Euro. Tapi Daisy saat sidang sudah keburu kabur," jelas Fredrik dalam jumpa pers di Restoran Sari Kuring, Kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis (23/7/2009).
Shaliha tidak puas karena Daisy belum menjalani hukuman. Oleh karena itu dia datang ke Indonesia mengejar Daisy.
"Kami akan mengupayakan tindak pidana penganiayaan kepada Shaliha oleh Daisy. Jadi pidananya saja dulu, perdatanya akan kami urus nanti. Yang penting kami berusaha agar Daisy dipenjarakan karena tindakannya terhadap Shaliha atau Daisy harus menjalani hukuman di Prancis. Bahkan kita juga bisa saja mengupayakan ekstradisi," tandasnya. (ang)
Alami Pelecehan Seksual, Eks Pembokat Laporkan Ibunda Manohara
Okezone Kamis, 23 Juli 2009 Fahmi Firdaus JAKARTA - Kasus penganiayaan dan pelecehan seksual yang diduga dilakukan ibunda Manohara, Daisy Fajarina kepada pembantunya Shaliha Lanti, tahun 2007 lalu di Prancis, terus berlanjut.

Kali ini, Shaliha mendatangi Bareskrim Mabes Polri, untuk melaporkan peristiwa yang sudah disidangkan di Prancis itu ke Bareskrim Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Kamis (23/7/2009).
Didampingi kuasa hukumnya, Frederick, Shaliha datang sekira pukul 10.50 WIB dan langsung masuk ke Gedung Bareskrim Mabes Polri. "Kami melaporkan ibu Daisy ke Bareskrim atas tindakan penganiayaan tahun 2007 di Prancis," katanya.
Dia mengaku baru melaporkan hal ini, karena kasus ini belum lama diputuskan di pengadilan Prancis.
Sebelumnya, pengadilan Prancis memutuskan Reiner Pinot Noach dan Daisy Fajarina masing-masing 4 bulan dan 18 bulan penjara, atas kasus penganiayaan dan pelecehan seksual terhadap Shaliha Lanti. Namun, Daisy tidak sempat dieksekusi karena diduga kabur ke Indonesia.

Kali ini, Shaliha mendatangi Bareskrim Mabes Polri, untuk melaporkan peristiwa yang sudah disidangkan di Prancis itu ke Bareskrim Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Kamis (23/7/2009).
Didampingi kuasa hukumnya, Frederick, Shaliha datang sekira pukul 10.50 WIB dan langsung masuk ke Gedung Bareskrim Mabes Polri. "Kami melaporkan ibu Daisy ke Bareskrim atas tindakan penganiayaan tahun 2007 di Prancis," katanya.
Dia mengaku baru melaporkan hal ini, karena kasus ini belum lama diputuskan di pengadilan Prancis.
Sebelumnya, pengadilan Prancis memutuskan Reiner Pinot Noach dan Daisy Fajarina masing-masing 4 bulan dan 18 bulan penjara, atas kasus penganiayaan dan pelecehan seksual terhadap Shaliha Lanti. Namun, Daisy tidak sempat dieksekusi karena diduga kabur ke Indonesia.
Langgan:
Entri (Atom)